
Selanjutnya Yesus mengajarkan Koronka
(= Rosario) Kerahiman Ilahi kepada St Faustina:
“Doa ini dimaksudkan sebagai sarana
untuk memadamkan murka-Ku. Hendaknya engkau mendaraskannya selama
sembilan hari pada rosario biasa dengan cara ini: Pertama-tama
hendaknya engkau mengucapkan satu Bapa Kami, satu Salam Maria dan
satu Aku Percaya, kemudian, pada manik-manik “Bapa kami”
hendaknya engkau berdoa:
“Bapa yang kekal, kupersembahkan
kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an
PutraMu yang terkasih, Tuhan kami Yesus
Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.'
Pada manik-manik “Salam Maria”
hendaknya engkau berdoa:
“Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia'
Sebagai penutup hendaknya engkau
mendaraskan tiga kali doa berikut:
`Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia”
Dalam penampakan-penampakan
selanjutnya, Yesus menjelaskan bahwa Koronka ini tidak hanya
diperuntukkan baginya, melainkan bagi seluruh dunia.
Koronka Kerahiman Ilahi adalah doa
permohonan yang merupakan kelanjutan dari Kurban Ekaristi, jadi
teristimewa tepat jika didaraskan setelah kita ikut ambil bagian
dalam Misa Kudus. Koronka dapat didaraskan kapan saja, tetapi Tuhan
kita secara khusus mengatakan kepada St Faustina untuk mendaraskannya
selama sembilan hari berturut-turut menjelang Pesta Kerahiman Ilahi
yang jatuh pada hari Minggu pertama sesudah Paskah (yaitu Minggu
Paskah II). “Dengan Novena [Koronka Kerahiman Ilahi], Aku akan
menganugerahkan segala rahmat yang mungkin bagi jiwa-jiwa.”
Di Paroki Santo Fransiskus Xaverius
Sodohoa Kendari, pada tanggal 1 September 2010, atas dukungan dan persetujuan dari P.
Martinus Pasomba, Pr (Pastor Paroki saat itu) telah terbentuk
Komunitas Basis (KomBas) Kerahiman Ilahi dibawah koordinator Robert
Keytimu. Pelaksanaan Doa Kerahiman Ilahi dilakukan SETIAP HARI KAMIS
JAM 19.00 WITA di Ruang Doa Gereja (Pastoran Lantai 1).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar