Search by Google

PROMOSI

Jumat, 30 November 2018

PENGUMUMAN SEKSI SOSIAL


·     Dihimbau kepada umat yang ingin menyumbang atau peduli  kepada saudara-saudari yang kurang beruntung sebagai bingkisan Natal, sumbangannya dapat  disalurkan mulai sekarang ini,  bisa melalui Pastor Paroki, Pak Ricky atau di Sekretariat Paroki pada setiap jam kerja.Terima Kasih.

Kamis, 29 November 2018

SUSUNAN PANITIA PESTA PELINDUNG, HARI RAYA NATAL 2018 & TAHUN BARU 2019 PAROKI STO. FRANSISKUS XAVERIUS SADOHA - KENDARI


Ketua                               :      Antonius Acen

Sekretaris                        :      Guido

Bendahara                       :      Patricia Wiwiek



Seksi Liturgi                    :     Fr. Raja, HHK                                                Sr. Veronika, JMJ                                                Robert Keytimu

                                               Susana Wati

                                               Kresensia Lisa

Seksi Acara                     :     Lusiana Margaretha                                               Yuliana Veronika

                                               Patricia Since                                     

                                               Sebastianus Fan Romi

                                               Nobert Patadungan                        

Seksi Perlengkapan     :        V. Tikno Sarwoko

                                               Petrus Olelejab                                

                                               Randy Pasudi                                                     Antonius Agung

                                               Frans Plasing      

Seksi Dekorasi            :          Roswita

                                               Veronika Handayani                                                                       Antonia Charlex

                                               Martha Onci                                                                      Yulianti Rerung S.

Seksi Konsumsi          :         Rosa P.

                                               Elys Kristina Karamasa                                                                   Maria Bidan Saniba                         

                                               Devina F. Beresabi                                                                          Maria Juniran

                                               Ani Stefani

                                              

Seksi Ketertiban          :         Basillius Yan Suprayogi

                                               Frans Pandean                                                Florianus N. Olelejab                      

                                               Irayanti Lorensia                                                Mario Basler Pau                              

                                               Rukun-Rukun (yang bertugas)


Seksi Keamanan dan Parkir:  Paskalis Leu,                                     

                                               Agus Mesak

                                               Mateus Susar                                                                    Benediktus Boy

                                               OMK


Seksi Kandang Natal   :        Rukun Yohanis Pembaptis,

                                               OMK


Seksi Penerangan/Listrik:     P. Wahyudi

                                               Frans O. Djo

                                               Guido 


Seksi Sound                    :     Yoh. Eko

                                               Yogi

                                               Samuel


Seksi Dokumentasi :             A. Tony Sutedja

                                               Jimmy Alam

                                               Indra Alam


Minggu, 18 November 2018

Pesan Natal Bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dan Konferensi Waligereja Indonesia 2018

YESUS KRISTUS HIKMAT BAGI KITA
Saudara-saudari terkasih,
Setiap kali merayakan Natal, kita bersukacita atas kelahiran Yesus. Peristiwa ini sungguh menyatakan betapa besar kasih Allah kepada kita: “sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh yang kekal” (Yoh 3: 16). Kedatangan-Nya disambut baik oleh para gembala, yakni orang-orang kecil yang merindukan Juruselamat, maupun oleh orang-orang Majus, yakni kalangan bijak dan terhormat yang mencari kebenaran dan keselamatan. Janji Allah akan keselamatan terwujud dalam diri Yesus, yakni meskipun Anak Allah telah “merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Flp 2:8). Melalui kerendahan hati dan pengorbanan diri, Yesus melaksanakan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Begitulah hikmat Allah yang berbeda dengan hikmat dunia. Itulah sebabnya Paulus menyebut Yesus sebagai hikmat Allah bagi Kita (I Kor 1: 24, 30).
Sudah lebih dari dua ribu tahun Yesus datang ke dunia, tetapi karya keselamatan yang Dia tawarkan kepada umat manusia masih harus terus diwujudkan. Banyak orang telah menanggapi undangan Allah ini dalam hidup sehari-hari, di antaranya, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM). Akan tetapi, kita masih menjumpai orang yang tidak peduli pada suara hati dan tidak mengindahkan hati nurani serta tidak malu terhadap sesamanya dan tidak takut kepada Allah hingga berbuat sesuatu yang melanggar hak asasi manusia. Tiada lagi sukacita dan gembira ketika manusia diperlakukan tidak adil oleh sesama; saat HAM diinjak-injak.
Saudara-saudara terkasih,
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat yang dianugerahkan Allah kepada setiap orang. Perwujudan HAM secara baik dan benar membuat manusia hidup secara manusiawi. Dalam Perjanjian Lama, Allah memanggil para nabi, salah satunya, untuk mewujudkan keadilan yang juga berkaitan dengan HAM. Nabi Amos mengingatkan bahwa mereka yang menginjak-injak hak asasi orang-orang lemah dan miskin tidak akan hidup sejahtera (bdk. Am 5:11-12). Lalu, Amos mengajak umatnya: “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu….” (Am 5: 14).
Kita patut bersyukur kepada Allah karena bangsa Indonesia menjunjung tinggi HAM. Kita pantas berterima kasih kepada pemerintah yang telah berusaha menangani masalah HAM secara serius. Sekalipun demikian, persoalan HAM masih terjadi di sejumlah tempat. Pelanggaran HAM berat di masa lalu belum selesai secara tuntas. Hak hidup layak di bidang ekonomi, sosial dan budaya yang berkaitn dengan keamanan dan kenyamanan hidup masih terganggu di beberapa daerah. Kebebasan berbicara dan berujar dikacaukan oleh maraknya ujar kebencian dan berita bohong yang kadang disertai kekerasan baik secara fisik maupun psikis. Ancaman, pengrusakan dan penutupan rumah ibadah masih terjadi. Izin mendirikan rumuh ibadah masih tersendat. Eksploitasi alam berlebihan dan transaksi penjualan tanah masih merugikan masyarakat tertentu. Hak ekologis untuk menikmati lingkungan yang sehat tidak sepenuhnya dirasakan, terutama oleh kalangan masyarakat sederhana, karena pencemaran air, tanah dan udara. Hal-hal sedemikian merupakan pelanggaran terhadap HAM dan itu adalah tindakan manusia yang hidup menurut hikmat dunia.
Syukur kepada Allah, berkat Yesus Kristus kita dipanggil untuk hidup menurut hikmat ilahi. Yesus Kristus itulah hikmat Allah bagi kita. Kristus itulah yang mengajarkan kita nilai-nilai Kerajaan Allah serta mengajak kita hidup saling mengasihi dan rela berkorban demi terciptanya kesejanteraan bersama. Yesus menunjukan hikmatnya, melalui pewartaan Injil dan tindakan belaskasihan untuk menguduskan dan menebus kita. Paulus merumuskannya dengan bagus: “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita” (1 Kor 1:30).
Kita diajak untuk menyadari panggilan sebagai pribadi berkhitmat yang dipilih untuk melayani bukan untuk dilayani. Prilaku pemimpin yang koruptif telah merusak kesadaran moral masyarakat, seolah jalan pintas yang tidak pantas adalah cara cepat mencapai keberhasilan. Tindakan koruptif sering berhubungan dengan pelanggaran HAM. Untuk itu, kita membutuhkan pemimpin dan wakil rakyat yang penuh hikmat. Hal ini sejalan dengan sila ke-4 Pancasila: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Saudara-saudari terkasih,
Natal mengingatkan kita akan hikmat Allah yang terwujudkan dalam diri Yesus. Natal bukan semata mengenang kelahiran Yesus sebagai bayi di atas palungan, tetapi juga kehidupan Yesus yang penuh hikmat dan dicurahi Roh Kudus. Ia datang membawa Tahun Rahmat Tuhan (bdk. Luk 4: 18-19). Kata-katanya tidak menekan, tetapi menyejukkan. Nasihatnya tidak meninabobokan, tetapi menegur dan memberi jalan. Tegurannya bukan penghujatan, tetapi jalan keselamatan. Ajarannya bukan asal menyenangkan, tetapi mengembalikan martabat manusia. Saat ditanya murid-murid Yohanes apakah Dia itu Mesias, Yesus menjawab: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Luk 7:22).
Marilah kita merayakan Natal bukan hanya dengan nyanyian dan pujian saja, tetapi juga dengan upaya konkret untuk hidup dalam hikmat Allah. Kita diajak untuk membela hak-hak asasi manusia sebagai ungkapan kewajiban asasi manusia. Perayaan kelahiran Yesus, Sang Juruselamat, menjadi saat dan kesempatan untuk memahami hakikat HAM secara baik dan benar, menyadari luhurnya martabat manusia dan pentingnya gerakan menghormati hak asasi manusia.
Semoga Natal ini sungguh menjadi saat bagi kita untuk bersukacita dan bergembira. Yesus, Sang Imanuel dan Hikmat Allah bagi kita, sungguh lahir di tengah-tengah kita dan memimpin kita untuk hidup dalam hikmat Allah.

SELAMAT NATAL 2018 DAN TAHUN BARU 2019

Jakarta, 14 November 2018

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang (Ketua Umum PGI)
Mgr. Ignatius Suharyo (Ketua KWI)
Pdt. Gomar Gultom (Sekretaris Umum PGI)
Mgr. Antonius Bunjamin, OSC. (Sekretarian Jenderal KWI)

Kamis, 15 November 2018

PENGUMUMAN


·      Minggu, 2 Des. 2018 Pkl. 05.30: Jalan Santai (dikoordinir oleh OMK ) untuk  menyongsong Pesta Pelindung Paroki St. Fransiskus Xaverius Sadoha-Kendari, oleh karena itu Misa Minggu pagi dipindahkan ke Minggu malam Pkl. 18.30. (Setelah Jalan Santai dilanjutkan dengan Kerja Bakti membersihkan gereja).

·      
   Perayaan Ekaristi Pesta Pelindung Paroki St. Fransiskus Xaverius Sadoha: Senin, 3 Desember 2018 Pkl. 18.30

Para Petugas Liturgi:

-      Lagu/Koor   : YOX.                                      - Organis                : Bp. Eko

-      Dirigen         : Sdri. Magda                         - Lektor                   : Ibu Kresensia Lisa

-      Mazmur        : Ibu Yasinta Ambe                             

-      Doa Umat    : Bp. John Tulung

-     Pemb. Persembh: Bp/Ny. Athiam, Bp/Ny. Yohanes Utan, Bp/Ny. Novianus, Bp/Ny. Simon  

                                  La Sarudi.

-     PPK               : Fr. Fredy, Fr. Alo, Sr. Patricia, Fr. Patrio

-     PPA               : Bryan, Maria Sofiani, Desta, Quin, JB

-     Tatib              : Seksi Ketertiban Depas (Koord. Basilius Suprayogi).

-     Dekorasi      : Koord. Sie KIK, Ibu Charlex, Ibu Vivi, Ibu Roswita, Ibu Veronika Handayani,  

                         Ibu Wahyudi, Ibu Yulianti SK.