
Lampion, warna merah dan angpao
merupakan lambang kegembiraan dan kebahagiaan. Demikian kata pembuka
oleh pastor paroki, P. Marthin Solon Pr. Dalam homilinya kemudian,
pastor menyatakan bahwa kreativitas adalah salah satu kelebihan
manusia dan “saya percaya bahwa tradisi, tradisi apapun, merupakan
ilham dari Allah untuk memuji Dia” sehingga walaupun tidak mengenal
misalnya irama mandarin namun saat mendengarkan nada-nada tradisional
tersebut kita tetap dapat tersentuh.
Dalam perayaan Ekaristi ini juga
dilaksanakan penerimaan seorang umat untuk bergabung ke Katolik serta
setelah Misa, kepada anak-anak yang hadir dalam Misa dibagikan amplop
merah (angpao) yang diterima dengan sangat antusias oleh anak-anak
tersebut. Setelah Misa juga dilaksanakan pembaptisan bayi. Foto-foto
dapat dilihat di sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar