Search by Google

PROMOSI

Sabtu, 01 Oktober 2011

ACARA, MINGGU, 2 OKTOBER 2011

1. Pkl. 07.00 WITA: Misa Hari Minggu Pagi di Pusat Paroki
2. Pkl. 09.00 WITA: Misa Hari Minggu di Stasi Anduonohu
3. Pkl. 16.00 WITA: Temu REFRANXA (REmaja FRANsiskus XAverius) dalam rupa "Makan Bareng"
4. Pkl. 18.00 WITA: Doa Rosario di Gua Maria Bunda dari Lourdes

Jumat, 30 September 2011

ACARA, SABTU, 01 OKTOBER 2011

1. Pkl. 16.00 WITA: Kerja bakti mempersiapkan acara Pembukaan Bulan Rosario
2. pkl. 18.00 WITA: Perarakan dan Pawai Lilin di Gua Maria Bunda dari Lourdes, Sadohoa-Kendari
3. Pkl. 18.30 WITA: Perayaan Ekaristi Pembukaan Bulan Rosario di Gua Maria Bunda dari Lourdes, Sadohoa-Kendari

Kamis, 29 September 2011

ACARA, JUMAT 30 SEPTEMBER 2011

1. Pkl. 08.00 WITA: Penyelidikan Kanonik
2. Pkl. 10.00 WITA: Berkat Kendaraan di Stasi Anduonohu
3. Pkl. 11.00 WITA: Pelajaran Agama GASIKA (GAbungan SIswa-siswi KAtolik) di Aula Paroki
4. Pkl. 18.00 WITA: Misa Syukuran 25 Tahun Hidup Membiara Sr. Anna Maria Sri Martanti, JMJ di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Sadohoa
5. Pkl. 19.00 WITA: Kombas Kerahiman Ilahi di Ruang Doa, Sadohoa

Rabu, 28 September 2011

KELOMPOK DEVOSI: KOMBAS KERAHIMAN ILAHI


Koronka berasal dari bahasa Polandia, artinya mahkota kecil atau untaian manik-manik indah yang kita hadiahkan kepada orang yang kita kasihi secara istimewa. Pada tahun 1935, St Faustina mendapat suatu penglihatan akan seorang malaikat yang diutus Tuhan untuk melaksanakan murka Allah atas dunia. St Faustina mulai berdoa mohon belas kasihan Tuhan, namun doanya tanpa kuasa di hadapan murka ilahi. Sekonyong-konyong ia melihat Tritunggal Mahakudus dan merasakan kuasa rahmat Yesus melingkupinya. Pada saat yang sama ia mendapati dirinya memohon dengan sangat belas kasih Tuhan dengan kata-kata yang ia dengar dalam batinnya. Sementara ia terus-menerus memanjatkan doa yang diinspirasikan kepadanya, malaikat pelaksana murka ilahi menjadi tak berdaya dan tak kuasa melaksanakan hukuman yang memang sudah sepantasnya. Keesokan harinya, sementara St Faustina memasuki kapel, lagi ia mendengar suara dalam batinnya, “Setiap kali engkau masuk ke dalam kapel, ucapkanlah segera doa yang kemarin Ku-ajarkan kepadamu.”

Selanjutnya Yesus mengajarkan Koronka (= Rosario) Kerahiman Ilahi kepada St Faustina:

“Doa ini dimaksudkan sebagai sarana untuk memadamkan murka-Ku. Hendaknya engkau mendaraskannya selama sembilan hari pada rosario biasa dengan cara ini: Pertama-tama hendaknya engkau mengucapkan satu Bapa Kami, satu Salam Maria dan satu Aku Percaya, kemudian, pada manik-manik “Bapa kami” hendaknya engkau berdoa:

“Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an
PutraMu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.'

Pada manik-manik “Salam Maria” hendaknya engkau berdoa:
“Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia'

Sebagai penutup hendaknya engkau mendaraskan tiga kali doa berikut:
`Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia”

Dalam penampakan-penampakan selanjutnya, Yesus menjelaskan bahwa Koronka ini tidak hanya diperuntukkan baginya, melainkan bagi seluruh dunia.

Koronka Kerahiman Ilahi adalah doa permohonan yang merupakan kelanjutan dari Kurban Ekaristi, jadi teristimewa tepat jika didaraskan setelah kita ikut ambil bagian dalam Misa Kudus. Koronka dapat didaraskan kapan saja, tetapi Tuhan kita secara khusus mengatakan kepada St Faustina untuk mendaraskannya selama sembilan hari berturut-turut menjelang Pesta Kerahiman Ilahi yang jatuh pada hari Minggu pertama sesudah Paskah (yaitu Minggu Paskah II). “Dengan Novena [Koronka Kerahiman Ilahi], Aku akan menganugerahkan segala rahmat yang mungkin bagi jiwa-jiwa.”


Di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Sodohoa Kendari, pada tanggal 1 September 2010, atas dukungan dan persetujuan dari P. Martinus Pasomba, Pr (Pastor Paroki saat itu) telah terbentuk Komunitas Basis (KomBas) Kerahiman Ilahi dibawah koordinator Robert Keytimu. Pelaksanaan Doa Kerahiman Ilahi dilakukan SETIAP HARI KAMIS JAM 19.00 WITA di Ruang Doa Gereja (Pastoran Lantai 1).

ACARA KAMIS, 29 SEPTEMBER 2011

1. Pkl. 06.00 WITA: Misa Harian (Pesta Para Malaikat Agung: Mikael, Gabriel, Rafael)
2. Pkl. 18.30 WITA: Misa Rukun St. Yoh. Pembaptis dalam rangka Pelantikan Para Pengurus Rukun yang baru

Selasa, 27 September 2011

KELOMPOK KATEGORIAL: LEGIO MARIA RATU PARA RASUL


Cahaya petang yang lembut menerobos dari tabir jendela Aula lantai 2 Pastoran gereja Katolik Fransiskus Xaverius Sasohoa Kendari saat kelompok Kategorial Legio Maria melaksanakan rapat Presidium rutin, Selasa 27 September 2011. Dibuka dengan doa rosario khas Legio, dibawah arahan Sr. Kristina Mislina, JMJ, kelompok kategorial Legio Maria melaksanakan pertemuan setiap Selasa sore pukul 16.30 WITA. Dalam pertemuan ini juga, setiap anggota Legio secara berurutan menceritakan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan atas tugas yang diberikan kepada mereka, antara lain kunjungan kepada orang sakit dan lanjut usia untuk memberikan penghiburan serta membawa Komuni Kudus.

Legio Maria (Lat: Legio Mariae) merupakan sebuah kelompok awam Katolik yang melayani secara sukarela, berjuang di bawah panji-panji Santa Maria Tak Bernoda dengan doa dan pujian. Tujuan dari Legio adalah agar para anggotanya menghayati perintah Tuhan dan memancarkan kesalehan kepada lingkungannya. Tugas utama para legioner (anggota Legio Maria) adalah berdoa serta melaksanakan karya kerasulan dalam kunjungan kepada orang-orang sakit dan menderita serta ikut membantu tugas-tugas di Paroki.

Legio Maria didirikan oleh seorang awam, Frank Duff di Dublin, Irlandia pada tanggal 7 September 1921. Untuk menjadi anggota Legio Maria, seseorang yang sudah dibaptis menjadi Katolik. Anggota Legio Maria terdiri dari anggota aktif dan anggota auxilier(yang membantu). Anggota aktif wajib terlibat dalam kegiatan rutin Legio Maria seperti menghadiri sidang/pertemuan anggota, melaksanakan tugas-tugas kerasulan, mendoakan Catena (Latin: Catena artinya rantai ikatan), dan lain-lain. Tugas anggota auxilier adalah berdoa Rosario dan Tessera.



Dewan tertinggi Legio Maria adalah Concilium di Dublin, Irlandia. Di bawahnya terdapat Senatus. Di bawah Senatus terdapat Commissium, kemudian Kuria dan terakhir Presidium.

Legio Maria Ratu Para Rasul di Paroki Sadohoa sendiri mulai disosialisasikan tanggal 23 Juni 2011 dan resmi berdiri dengan pelaksanaan pertemuan pertama pada hari Selasa 28 Juni 2011. Pada saat ini, susunan pengurus Pra Presidium adalah sebagai berikut:

Pembimbing Rohani: P. Marthin Solon, Pr
Asisten Pembimbing Rohani: Sr. Kristina Mislina, JMJ

Ketua: Guido
Wakil Ketua: Debora
Sekretaris: Alma Wilda
Bendahara: Christina Sangki

Bagi umat yang ingin bergabung ke dalam kelompok kategorial ini, dapat menghadiri pertemuan rutin SETIAP HARI SELASA JAM 16.30 WITA di Aula Lantai 2 Pastoran Fransiskus Xaverius Sadohoa Kendari.

Sabtu, 24 September 2011

KUNJUNGAN IBU NY. HJ. DRA. SRIYASTIN ASRUN (ISTRI DARI WALIKOTA MADYA KENDARI BPK. H. IR. ASRUN M. NG. SC)


“Syalom. Salam sejahtera bagi kita semua”, demikian salam yang disampaikan oleh Ibu Ny. Hj. Dra. Sriyastin Asrun dari mimbar pengumuman di dalam gereja Santo Fransiskus Xaverius Sadohoa Kendari. Istri dari Walikota Madya Kendari datang berkunjung ke gereja sebagai Ketua Tim Penggerak PKK kota Madya Kendari sekaligus menyerahkan sumbangan Kitab Suci Deutrokanonika sebanyak 40 buah. “Sebagai tanda kepedulian pemerintah kota yang mengayomi segenap penduduknya”.



Kehadiran istri walikota madya Kendari di dalam gereja mendapat aplaus dan tepuk tangan yang meriah dari segenap umat yang pada hari minggu pagi, 25 September 2011 itu. Secara simbolis, sumbangan Kitab Suci diterima oleh P. Isidorus Kaniu, Pr sebagai sesepuh paroki Santo Fransiskus Xaverius. Dalam ucapan balasan, P. Marthin Solon, Pr, sebagai pastor paroki, menyampaikan banyak terima kasih atas segala perhatian dan kehadiran ibu Hj. Dra. Sriyastin Asrun yang pada hari minggu ini telah menyerahkan bantuan sumbangan kepada segenap umat di paroki Sadohoa. Tak lupa, P. Marthin Solon, Pr, mewakili 1600 umat menyampaikan salam balik kepada keluarga bapak H. Ir. Asrun M. Ng. Sc dan semoga hubungan keharmonisan hubungan dapat tetap terbina dengan baik.

Sebelumnya, dalam Misa minggu 25 september 2011 pagi yang dimulai pukul 07.30, dalam homilinya, P. Marthin Solon Pr, menyampaikan hasil-hasil dari Sarasehan Liturgi yang telah dilaksanakan dengan baik selama dua hari di paroki Sadohoa. Sambil mengakui bahwa, ada banyak hal mengenai liturgi yang ternyata juga belum diketahui oleh pastor sendiri, walau itu bukan hal baru, dan menyampaikan kepada umat bahwa akan terjadi beberapa perubahan terutama untuk menindak-lanjuti hasil dari sarasehan liturgi yang telah diberikan oleh P. Bosco Da Cunha, O. Carm. Pembaharuan pada tata letak, tata busana dan tata hati sehingga diharapkan agar umat dapat semakin menghayati perannya dan secara mendalam ikut serta dalam setiap perayaan ekaristi kudus.