1. Pkl. 07.00 WITA: Misa Hari Minggu Pagi di Pusat Paroki
2. Pkl. 09.00 WITA: Misa Hari Minggu di Stasi Anduonohu
3. Pkl. 16.00 WITA: Temu REFRANXA (REmaja FRANsiskus XAverius) dalam rupa "Makan Bareng"
4. Pkl. 18.00 WITA: Doa Rosario di Gua Maria Bunda dari Lourdes
Search by Google
PROMOSI
Sabtu, 01 Oktober 2011
Jumat, 30 September 2011
ACARA, SABTU, 01 OKTOBER 2011
1. Pkl. 16.00 WITA: Kerja bakti mempersiapkan acara Pembukaan Bulan Rosario
2. pkl. 18.00 WITA: Perarakan dan Pawai Lilin di Gua Maria Bunda dari Lourdes, Sadohoa-Kendari
3. Pkl. 18.30 WITA: Perayaan Ekaristi Pembukaan Bulan Rosario di Gua Maria Bunda dari Lourdes, Sadohoa-Kendari
2. pkl. 18.00 WITA: Perarakan dan Pawai Lilin di Gua Maria Bunda dari Lourdes, Sadohoa-Kendari
3. Pkl. 18.30 WITA: Perayaan Ekaristi Pembukaan Bulan Rosario di Gua Maria Bunda dari Lourdes, Sadohoa-Kendari
Kamis, 29 September 2011
ACARA, JUMAT 30 SEPTEMBER 2011
1. Pkl. 08.00 WITA: Penyelidikan Kanonik
2. Pkl. 10.00 WITA: Berkat Kendaraan di Stasi Anduonohu
3. Pkl. 11.00 WITA: Pelajaran Agama GASIKA (GAbungan SIswa-siswi KAtolik) di Aula Paroki
4. Pkl. 18.00 WITA: Misa Syukuran 25 Tahun Hidup Membiara Sr. Anna Maria Sri Martanti, JMJ di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Sadohoa
5. Pkl. 19.00 WITA: Kombas Kerahiman Ilahi di Ruang Doa, Sadohoa
2. Pkl. 10.00 WITA: Berkat Kendaraan di Stasi Anduonohu
3. Pkl. 11.00 WITA: Pelajaran Agama GASIKA (GAbungan SIswa-siswi KAtolik) di Aula Paroki
4. Pkl. 18.00 WITA: Misa Syukuran 25 Tahun Hidup Membiara Sr. Anna Maria Sri Martanti, JMJ di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Sadohoa
5. Pkl. 19.00 WITA: Kombas Kerahiman Ilahi di Ruang Doa, Sadohoa
Rabu, 28 September 2011
KELOMPOK DEVOSI: KOMBAS KERAHIMAN ILAHI
Koronka berasal dari bahasa Polandia,
artinya mahkota kecil atau untaian manik-manik indah yang kita
hadiahkan kepada orang yang kita kasihi secara istimewa. Pada tahun
1935, St Faustina mendapat suatu penglihatan akan seorang malaikat
yang diutus Tuhan untuk melaksanakan murka Allah atas dunia. St
Faustina mulai berdoa mohon belas kasihan Tuhan, namun doanya tanpa
kuasa di hadapan murka ilahi. Sekonyong-konyong ia melihat Tritunggal
Mahakudus dan merasakan kuasa rahmat Yesus melingkupinya. Pada saat
yang sama ia mendapati dirinya memohon dengan sangat belas kasih
Tuhan dengan kata-kata yang ia dengar dalam batinnya. Sementara ia
terus-menerus memanjatkan doa yang diinspirasikan kepadanya, malaikat
pelaksana murka ilahi menjadi tak berdaya dan tak kuasa melaksanakan
hukuman yang memang sudah sepantasnya. Keesokan harinya, sementara St
Faustina memasuki kapel, lagi ia mendengar suara dalam batinnya,
“Setiap kali engkau masuk ke dalam kapel, ucapkanlah segera doa
yang kemarin Ku-ajarkan kepadamu.”
Selanjutnya Yesus mengajarkan Koronka
(= Rosario) Kerahiman Ilahi kepada St Faustina:
“Doa ini dimaksudkan sebagai sarana
untuk memadamkan murka-Ku. Hendaknya engkau mendaraskannya selama
sembilan hari pada rosario biasa dengan cara ini: Pertama-tama
hendaknya engkau mengucapkan satu Bapa Kami, satu Salam Maria dan
satu Aku Percaya, kemudian, pada manik-manik “Bapa kami”
hendaknya engkau berdoa:
“Bapa yang kekal, kupersembahkan
kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an
PutraMu yang terkasih, Tuhan kami Yesus
Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.'
Pada manik-manik “Salam Maria”
hendaknya engkau berdoa:
“Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia'
Sebagai penutup hendaknya engkau
mendaraskan tiga kali doa berikut:
`Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia”
Dalam penampakan-penampakan
selanjutnya, Yesus menjelaskan bahwa Koronka ini tidak hanya
diperuntukkan baginya, melainkan bagi seluruh dunia.
Koronka Kerahiman Ilahi adalah doa
permohonan yang merupakan kelanjutan dari Kurban Ekaristi, jadi
teristimewa tepat jika didaraskan setelah kita ikut ambil bagian
dalam Misa Kudus. Koronka dapat didaraskan kapan saja, tetapi Tuhan
kita secara khusus mengatakan kepada St Faustina untuk mendaraskannya
selama sembilan hari berturut-turut menjelang Pesta Kerahiman Ilahi
yang jatuh pada hari Minggu pertama sesudah Paskah (yaitu Minggu
Paskah II). “Dengan Novena [Koronka Kerahiman Ilahi], Aku akan
menganugerahkan segala rahmat yang mungkin bagi jiwa-jiwa.”
Di Paroki Santo Fransiskus Xaverius
Sodohoa Kendari, pada tanggal 1 September 2010, atas dukungan dan persetujuan dari P.
Martinus Pasomba, Pr (Pastor Paroki saat itu) telah terbentuk
Komunitas Basis (KomBas) Kerahiman Ilahi dibawah koordinator Robert
Keytimu. Pelaksanaan Doa Kerahiman Ilahi dilakukan SETIAP HARI KAMIS
JAM 19.00 WITA di Ruang Doa Gereja (Pastoran Lantai 1).
ACARA KAMIS, 29 SEPTEMBER 2011
1. Pkl. 06.00 WITA: Misa Harian (Pesta Para Malaikat Agung: Mikael, Gabriel, Rafael)
2. Pkl. 18.30 WITA: Misa Rukun St. Yoh. Pembaptis dalam rangka Pelantikan Para Pengurus Rukun yang baru
2. Pkl. 18.30 WITA: Misa Rukun St. Yoh. Pembaptis dalam rangka Pelantikan Para Pengurus Rukun yang baru
Selasa, 27 September 2011
KELOMPOK KATEGORIAL: LEGIO MARIA RATU PARA RASUL
Cahaya petang yang lembut menerobos
dari tabir jendela Aula lantai 2 Pastoran gereja Katolik Fransiskus
Xaverius Sasohoa Kendari saat kelompok Kategorial Legio Maria
melaksanakan rapat Presidium rutin, Selasa 27 September 2011. Dibuka
dengan doa rosario khas Legio, dibawah arahan Sr. Kristina Mislina,
JMJ, kelompok kategorial Legio Maria melaksanakan pertemuan setiap
Selasa sore pukul 16.30 WITA. Dalam pertemuan ini juga, setiap
anggota Legio secara berurutan menceritakan kegiatan-kegiatan yang
telah dilaksanakan atas tugas yang diberikan kepada mereka, antara
lain kunjungan kepada orang sakit dan lanjut usia untuk memberikan
penghiburan serta membawa Komuni Kudus.
Legio Maria (Lat: Legio Mariae)
merupakan sebuah kelompok awam Katolik yang melayani secara sukarela,
berjuang di bawah panji-panji Santa Maria Tak Bernoda dengan doa dan
pujian. Tujuan dari Legio adalah agar para anggotanya menghayati
perintah Tuhan dan memancarkan kesalehan kepada lingkungannya. Tugas
utama para legioner (anggota Legio Maria) adalah berdoa serta
melaksanakan karya kerasulan dalam kunjungan kepada orang-orang sakit
dan menderita serta ikut membantu tugas-tugas di Paroki.
Legio Maria didirikan oleh seorang
awam, Frank Duff di Dublin, Irlandia pada tanggal 7 September 1921.
Untuk menjadi anggota Legio Maria, seseorang yang sudah dibaptis
menjadi Katolik.
Anggota Legio Maria terdiri dari anggota aktif dan anggota
auxilier(yang membantu). Anggota aktif wajib terlibat dalam
kegiatan rutin Legio Maria seperti menghadiri sidang/pertemuan
anggota, melaksanakan tugas-tugas kerasulan, mendoakan Catena
(Latin:
Catena artinya rantai ikatan), dan lain-lain. Tugas anggota
auxilier adalah berdoa Rosario
dan Tessera.
Dewan tertinggi Legio Maria adalah
Concilium di Dublin,
Irlandia. Di
bawahnya terdapat Senatus. Di bawah Senatus terdapat Commissium,
kemudian Kuria dan terakhir Presidium.
Legio Maria Ratu Para Rasul di Paroki
Sadohoa sendiri mulai disosialisasikan tanggal 23 Juni 2011 dan resmi
berdiri dengan pelaksanaan pertemuan pertama pada hari Selasa 28 Juni
2011. Pada saat ini, susunan pengurus Pra Presidium adalah sebagai
berikut:
Pembimbing Rohani: P. Marthin Solon, Pr
Asisten Pembimbing Rohani: Sr. Kristina
Mislina, JMJ
Ketua: Guido
Wakil Ketua: Debora
Sekretaris: Alma Wilda
Bendahara: Christina Sangki
Bagi umat yang ingin bergabung ke dalam
kelompok kategorial ini, dapat menghadiri pertemuan rutin SETIAP HARI
SELASA JAM 16.30 WITA di Aula Lantai 2 Pastoran Fransiskus Xaverius
Sadohoa Kendari.
Sabtu, 24 September 2011
KUNJUNGAN IBU NY. HJ. DRA. SRIYASTIN ASRUN (ISTRI DARI WALIKOTA MADYA KENDARI BPK. H. IR. ASRUN M. NG. SC)
“Syalom. Salam sejahtera bagi kita
semua”, demikian salam yang disampaikan oleh Ibu Ny. Hj. Dra.
Sriyastin Asrun dari mimbar pengumuman di dalam gereja Santo
Fransiskus Xaverius Sadohoa Kendari. Istri dari Walikota Madya
Kendari datang berkunjung ke gereja sebagai Ketua Tim Penggerak PKK
kota Madya Kendari sekaligus menyerahkan sumbangan Kitab Suci
Deutrokanonika sebanyak 40 buah. “Sebagai tanda kepedulian
pemerintah kota yang mengayomi segenap penduduknya”.
Kehadiran istri walikota madya Kendari
di dalam gereja mendapat aplaus dan tepuk tangan yang meriah dari
segenap umat yang pada hari minggu pagi, 25 September 2011 itu.
Secara simbolis, sumbangan Kitab Suci diterima oleh P. Isidorus
Kaniu, Pr sebagai sesepuh paroki Santo Fransiskus Xaverius. Dalam
ucapan balasan, P. Marthin Solon, Pr, sebagai pastor paroki,
menyampaikan banyak terima kasih atas segala perhatian dan kehadiran
ibu Hj. Dra. Sriyastin Asrun yang pada hari minggu ini telah
menyerahkan bantuan sumbangan kepada segenap umat di paroki Sadohoa.
Tak lupa, P. Marthin Solon, Pr, mewakili 1600 umat menyampaikan salam
balik kepada keluarga bapak H. Ir. Asrun M. Ng. Sc dan semoga
hubungan keharmonisan hubungan dapat tetap terbina dengan baik.
Sebelumnya, dalam Misa minggu 25
september 2011 pagi yang dimulai pukul 07.30, dalam homilinya, P.
Marthin Solon Pr, menyampaikan hasil-hasil dari Sarasehan Liturgi
yang telah dilaksanakan dengan baik selama dua hari di paroki
Sadohoa. Sambil mengakui bahwa, ada banyak hal mengenai liturgi yang
ternyata juga belum diketahui oleh pastor sendiri, walau itu bukan
hal baru, dan menyampaikan kepada umat bahwa akan terjadi beberapa
perubahan terutama untuk menindak-lanjuti hasil dari sarasehan
liturgi yang telah diberikan oleh P. Bosco Da Cunha, O. Carm.
Pembaharuan pada tata letak, tata busana dan tata hati sehingga
diharapkan agar umat dapat semakin menghayati perannya dan secara
mendalam ikut serta dalam setiap perayaan ekaristi kudus.
Langganan:
Postingan (Atom)


