Search by Google

PROMOSI

Jumat, 14 Februari 2014

JADWAL SAFARI & PELAYANAN PRAPASKAH DAN PASKAH 2014

JADWAL SAFARI & PELAYANAN PRAPASKAH DAN PASKAH 2014

Rabu, 5 Maret 2014
Pukul 18.30 Perayaan Ekaristi Rabu Abu di Pusat Paroki

Sabtu-Minggu, 8 - 9 Maret 2014
Pelayanan Penerimaan Abu di Stasi-Stasi oleh Tim Pastoral

Kamis, 13 Maret 2014
Pukul 18.00 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi DKB 1

Jumat, 14 Maret 2014
Pukul 09.00 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi Baito

Selasa, 18 Maret 2014
Pukul 10.00 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi Tanea

Kamis, 20 Maret 2014
Pukul 09.00 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi Moramo

Rabu, 26 Maret 2014
Pukul 18.30 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi Lapoa

Kamis, 27 Maret 2014
Pukul 09.00 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi SP 1
Pukul 16.00 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi Rumbia

Jumat, 28 Maret 2014
Pukul 18.30 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi DKB 5

Selasa, 1 April
Pukul 18.30 Pendalaman Iman APP dan Perayaan Ekaristi di Stasi Punggaluku

Rabu-Sabtu, 2 – 12 April 2014
Pelayanan Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Pusat Paroki dengan jadwal Pukul 08.00 – 12.00 dan Pukul 16.00 – 21.00

Minggu, 13 April 2014
Pukul 08.00 Perayaan Ekaristi MINGGU PALMA (dengan inkulturasi etnis TOLAKI) di Pusat Paroki

Kamis, 17 April 2014
Pukul 19.00 Perayaan Ekaristi KAMIS PUTIH di Pusat Paroki

Jumat, 18 April 2014
Pukul 15.00 Perayaan JUMAT AGUNG di Pusat Paroki

Sabtu, 19 April 2014
Pukul 19.00 Perayaan Ekaristi MALAM PASKAH (dengan inkulturasi etnis BALI) di Pusat Paroki

Minggu, 20 April 2014
Pukul 08.00 Perayaan Ekaristi Hari Raya PASKAH di Pusat Paroki
Pukul 11.00 Perayaan Ekaristi Perayaan Paskah di Stasi Tanea
Pukul 18.00 Perayaan Ekaristi Perayaan Paskah di Stasi Baito (untuk umat stasi Baito, Punggaluku dan DKB 1)

Senin, 21 April 2014
Pukul 17.00 Perayaan Ekaristi Peringatan Paskah di Stasi SP 1 (untuk umat stasi SP 1, Rumbia, Lapoa dan DKB 5)

Selasa, 22 April 2014
Pukul 10.00 Perayaan Ekaristi Peringatan Paskah di Stasi Moramo

Rabu, 23 April 2014
Pukul 18.30 Perayaan Ekaristi Peringatan Paskah di Stasi Wawo Indah, Wawonii

Catatan:
1.    Safari Prapaskah dikhususkan untuk pendalaman materi APP
2.    Dalam safari ini tidak diadakan pelayanan penerimaan Sakramen Tobat, tetapi jika ada umat yang membutuhkan, dapat menghubungi Pastor saat kunjungan.
3.    Semua stasi amat diharapkan untuk secara rutin melaksanakan Ibadat Jalan Salib setiap Jumat sepanjang masa Prapaskah.
4.    Pengumpulan Aksi Puasa Pembangunan (APP) untuk digalakkan di setiap stasi
5.    Stasi-stasi yang menjadi tuan rumah perayaan Paskah, harap melakukan persiapan sebaik-baiknya, baik dalam hal petugas liturgi, dekorasi maupun dalam hal yang terkait dengan perayaan tersebut.
6.    Para pengurus stasi diharapkan juga untuk dapat berkoordinasi dengan pemerintah dan petugas keamanan setempat.

TEMA APP TAHUN 2014:
BELAJAR SEPANJANG HIDUP


Jumat, 07 Februari 2014

PESAN PAUS UNTUK HARI ORANG SAKIT SEDUNIA 2014

PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS 
 UNTUK HARI ORANG SAKIT SEDUNIA Ke-22

11 Februari 2014

Iman dan Kasih :
“Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
 (1Yohanes 3:16)

Saudara-saudari terkasih,
1. Pada Hari Orang Sakit Sedunia Ke-22, yang tahun ini bertema: Iman dan Kasih : “Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1Yohanes 3:16), saya ingin memberi perhatian  khusus kepada orang sakit dan semua orang yang membantu dan merawat mereka. Gereja  melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan  sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian  derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu. Dengan demikian kita  dapat menemukan diri kita berada di hadapan misteri kasih Allah, yang memberi kita harapan dan keberanian: harapan, karena di dalam rencana kasih Allah, bahkan malam gelap penderitaan menghasilkan terang Kebangkitan (Paskah); dan keberanian, yang memampukan kita menghadapi setiap penderitaan bersama Dia dan dalam persatuan dengan-Nya.
2. Penjelmaan Putera Allah tidak menghapus penyakit dan penderitaan dari pengalaman manusia tetapi Dia sendiri memikulnya, mengubahnya dan memberinya makna baru. Makna baru, karena penyakit dan penderitaan bukanlah kata terakhir, sebaliknya, memiliki makna hidup baru dan berkelimpahan; mengubahnya, karena di dalam persatuan dengan Kristus, penyakit dan penderitaan tidak lagi bermakna negatif tetapi positif. Yesus adalah jalan, dan bersama Roh-Nya, kita dapat mengikuti-Nya. Sebagaimana Bapa telah memberi kita Putera-Nya karena kasih, dan Putera memberikan diri-Nya kepada kita karena kasih yang sama, maka  kita pun dapat mengasihi sesama sebagaimana Allah telah lebih dahulu mengasihi kita, saling memberikan hidup kita satu sama lain. Iman kepada Allah menghasilkan kebaikan, iman kepada Kristus yang tersalib menjadi kekuatan untuk mengasihi sesama sampai  selama-lamanya, bahkan musuh-musuh kita. Bukti iman yang otentik kepada Kristus adalah penyerahan diri dan menyebarkan kasih kepada sesama kita, khususnya kepada mereka yang nasibnya kurang beruntung, kepada mereka yang menderita dan kepada mereka yang tersingkirkan.
3. Berkat Sakramen Baptis dan Penguatan, kita dipanggil untuk meneladani Kristus, yang adalah seorang Samaria yang baik hati bagi semua orang yang menderita. “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” (1Yoh.3:16). Ketika kita mendekati orang-orang yang membutuhkan perhatian, dengan kasih yang lembut, kita membawa harapan dan senyum Allah kepada dunia yang penuh dengan kontradiksi. Ketika bakti diri kita bagi orang lain menjadi ciri khas dari tindakan-tindakan kita, itu berarti kita membuka jalan bagi Hati Kristus dan kita tinggal di dalam kehangatan hati-Nya; dengan demikian kita berperan serta dalam mewujudkan Kerajaan  Allah.
4. Agar tumbuh dalam kasih yang lembut dan rasa hormat serta kemurahan hati yang peka, kita memiliki teladan Kristiani yang sudah pasti untuk direnungkan: yaitu Maria, Bunda Yesus dan Bunda kita, yang selalu memperhatikan Suara Allah dan aneka kebutuhan serta kesulitan-kesulitan anak-anaknya. Maria, didorong  oleh belas kasih Allah yang menjadi manusia di dalam dirinya, tanpa memperitungkan dirinya segera bergegas dari Galilea ke Yudea untuk bertemu dan membantu saudarinya Elizabeth. Maria meminta Putera-nya pada pesta perkawinan di Kana ketika ia melihat di sana kekurangan anggur. Dia menyimpan di dalam hatinya, sepanjang peziarahan hidupnya, kata-kata Simeon di usia senja-nya yang meramalkan bahwa sebuah pedang akan menembus jiwanya, dan dengan kekuatan yang tegar berdiri di kaki salib Yesus. Maria mengetahui jalan yang harus ditempuh, dan karena itu ia menjadi ibu bagi semua orang yang sakit dan menderita. Kepadanya kita dapat berpaling dengan yakin dan berbakti kepadanya sebagai anak-anaknya, dengan keyakinan bahwa ia akan menolong kita, mendukung kita dan tidak akan meninggalkan kita. Maria adalah Bunda Kristus yang tersalib dan bangkit: ia berdiri disamping salib-salib kita dan mendampingi kita dalam perjalanan menuju kebangkitan dan kepenuhan hidup.
5. Santo Yohanes, murid yang berdiri bersama Maria di bawah salib, mengantar kita kepada sumber-sumber iman dan kasih, mengantar kita kepada hati Allah yang adalah “kasih” (1Yoh.4:8.16). Ia mengingatkan kita bahwa kita tidak dapat mengasihi Allah bila kita tidak mengasihi saudara dan saudari kita. Mereka yang berdiri bersama dengan Maria di bawah salib, belajar mengasihi seperti yang Yesus lakukan. Salib adalah “kepastian kasih setia yang Allah miliki untuk kita. Kasih yang begitu agung masuk ke dalam dosa kita dan mengampuninya, masuk ke dalam penderitaan kita dan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya. Inilah kasih yang masuk ke dalam alam maut untuk mengalahkannya dan untuk menyelamatkan kita… salib Kristus mengundang kita juga untuk membiarkan diri kita dikuasai oleh kasih-Nya, yang mengajar kita selalu memandang orang lain dengan belaskasih dan lemah-lembut, khususnya mereka yang menderita, mereka yang membutuhkan pertolongan” (Jalan Salib Bersama Kaum Muda, Rio de Janeiro, 26 Juli 2013)
Saya mempercayakan Hari Orang Sakit Sedunia Ke-22 ini kepada doa-doa Maria. Saya memohon dia untuk menolong orang yang sakit agar mampu menanggung penderitaan mereka dalam persekutuan dengan Yesus Kristus dan mendukung semua orang yang mempedulikan mereka. Bagi semua orang yang sakit, dan bagi semua  karyawan perawat kesehatan dan sukarelawan yang membantu mereka, dengan tulus hati saya memberikan Berkat Apostolik saya.

Dari
Vatican, 6 Desember 2013
Paus Fransiskus

PENGUMUMAN KOMUNI PERTAMA

Bagi anak-anak SD Kelas IV atau mereka yang berusia 10 tahun ke atas, telah dibuka pendaftaran untuk penerimaan Komuni Pertama dengan membawa foto copy Surat Baptis setiap hari kerja di Sekretariat Paroki, Jln. Moh. Hatta No.63 Telp. (0401) 3121868 Sadohoa - Kendari..

Pembinaan akan dimulai pada awal bulan Maret 2014.

Selasa, 10 Desember 2013

RAPAT EVALUASI PANITIA PESTA PELINDUNG & ULANG TAHUN KE 47 PAROKI

Selasa 10 Desember 2013 seusai Misa Requiem mengenang P. Isidorus La Rumpu Kaniu Pr, bertempat di aula lantai 1 telah dilaksanakan rapat evaluasi panitia Pesta Pelindung & ulang tahun ke 47 Paroki Santo Fransiskus Xaverius Sadohoa. Rapat yang dipimpin langsung oleh Recky Bobby Wijaya (ketua panitia) ditemani Crista Chenny (wakil ketua panitia) serta Antonia Charlex (bendahara) dihadiri juga oleh pastor paroki, P. Marthin Solon Pr dan pengurus DePas. Keseluruhan yang hadir 35 orang.

Rapat dimulai pada pukul 19.50 dengan pengantar singkat dari Recky Bobby Wijaya dan doa pembukaan oleh ibu Julianti lalu diselingi dengan makan malam bersama dengan doa santap malam oleh ibu Wahyudi. Setelah itu, P. Marthin Solon Pr memberikan kata pengantar sebagai awal dari evaluasi sekaligus harapan untuk perayaan Natal dan Tahun Baru 2014 mendatang. Jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan dapat dilihat disini.

Adapun agenda rapat pada malam itu adalah:
  1. Laporan Pertanggung-jawaban keuangan per seksi
  2. Laporan Keuangan Panitia oleh Bendahara
  3. Evaluasi kerja seksi-seksi
  4. Perencanaan perayaan Natal dan Tahun Baru 2014
  5. Serba serbi dan penutup

Setelah masing-masing seksi melaporkan pemakaian dana, bendahara kemudian memaparkan saldo terakhir yang dimiliki panitia per hari tersebut. Beberapa hal penting lain yang telah diputuskan sehubungan dengan perayaan natal dan tahun baru 2014 nanti adalah, Misa Malam Natal akan dilaksanakan dalam tradisi Muna dibawah koordinasi bapak Alfons Mandeno. Kandang Natal juga akan diseiramakan sesuai dengan arsitektur Muna dibawah tanggung-jawab bapak Samuel Situmorang.

Secara umum, seperti yang telah dikemukakan oleh P. Marthin Solon Pr, perayaan pesta pelindung dan ulang tahun paroki yang ke 47 yang dilaksanakan dengan tradisi Batak, telah berlangsung dengan baik dan lancar. Hanya saja, P. Marthin Solon Pr berharap, agar segala permasalahan yang ada sebaiknya dibicarakan dalam rapat-rapat resmi seperi ini, bukan dengan berbicara di luar forum resmi sehingga tidak mungkin ditanggapi oleh pihak yang bertanggung-jawab atas kegiatan tersebut. Juga akan diberikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu pelaksanaan segala kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan nanti.


Rapat evaluasi dan perencanaan natal dan tahun baru 2014 ini usai sekitar pukul 21.45 dengan doa penutup oleh ibu Suroso dan berkat dari pastor paroki. Foto-foto dapat dilihat disini.

MISA REQUIEM MALAM KE 40 P. ISIDORUS LA RUMPU KANIU Pr

Selasa 10 Desember 2013 pukul 18.30, dalam cuaca yang sejuk karena hujan membasahi tanah Kendari, telah berlangsung Misa Requiem untuk mengenang 40 hari berpulangnya P. Isidorus La Rumpu Kaniu Pr di gereja paroki Santo Fransiskus Xaverius Sadohoa. Sekitar 20-an umat menghadiri Misa Requiem yang dipimpin oleh P. Marthin Solon Pr, pastor paroki.


Dalam homilinya, P. Marthin Solon Pr mengatakan bahwa P. Isidorus layak mendapat tempat khusus bagi umat di paroki Santo Fransiskus Xaverius karena telah menjadi tempat pelayanan yang terakhir. “Kita mengenang pastor Isidorus sebagai 99 domba yang kehilangan 1 domba lainnya sekaligus bersyukur telah menerima beliau apa adanya dalam masa-masa terakhirnya...” Hujan yang turun membuat suasana menjadi hening.

JADWAL PELAYANAN ADVEN-NATAL 2013 & TAHUN BARU 2014

Rabu 4 Desember 2013
Pukul 18.30 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi LAPOA

Kamis 5 Desember 2013
Pukul 09.00 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi SP I
Pukul 16.00 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi RUMBIA

Jumat 6 Desember 2013
Pukul 19.00 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi PUNGGALUKU

Sabtu 7 Desember 2013
Pukul 18.30 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi DKB 5

Minggu 8 Desember 2013
Pukul 09.00 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi DKB I
Pukul 12.00 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi TANEA

Selasa 10 Desember 2013
Pukul 18.30 Misa Requiem 40 malam P. Isidorus La Rumpu Kaniu Pr di gereja Pusat
Pukul 20.00 Rapat Evaluasi Panitia Pesta Pelindung/Ultah Paroki dan persiapan Natal/Tahun Baru 2014

Kamis 12 Desember 2013
Pukul 19.00 Adorasi Jam Suci Satu Jam Bersama Yesus DI Taman Getsemani

Minggu 15 Desember 2013
Pukul 18.30 Penerimaan Sakramen Tobat Rukun Santa Monika di gereja Pusat

Senin 16 – Selasa 24 Desember 2013 setiap pukul 05.30 NOVENA NATAL di gereja Pusat

Senin 16 Desember 2013
Pukul 09.00 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi MORAMO
Pukul 18.30 Penerimaan Sakramen Tobat Rukun Santo Yosep di gereja Pusat

Selasa 17 Desember 2013
Pukul 18.30 Penerimaan Sakramen Tobat Rukun Santo Yohanes Pembaptis di gereja Pusat

Rabu 19 Desember 2013
Pukul 18.30 Penerimaan Sakramen Tobat Rukun Regna Rosari di gereja Pusat

Kamis 19 Desember 2013
Pukul 18.30 Penerimaan Sakramen Tobat Rukun Santo Stefanus di gereja Pusat

Jumat 20 Desember 2013
Pukul 18.30 Penerimaan Sakramen Tobat di gereja Stasi ANDUONOHU

Selasa 24 Desember 2013
Pukul 19.00 PERAYAAN MALAM NATAL di Gereja Pusat

Rabu 25 Desember 2013
Pukul 08.00 PERAYAAN HARI RAYA NATAL di Gereja Pusat

Kamis 26 Desember 2013
Pukul 10.00 Perayaan Natal di gereja Stasi TANEA
Pukul 18.30 Perayaan Natal dan Pesta Pelindung Rukun Santo Stefanus

Jumat 27 Desember 2013
Pukul 09.00 Perayaan Natal di Stasi MORAMO

Minggu 29 Desember 2013
Pukul 19.00 Perayaan Natal Wilayah di Stasi DKB 5 (untuk Stasi DKB 5, Stasi Lapoa, Stasi SP I dan Stasi Rumbia)

Senin 30 Desember 2013
Pukul 19.00 Perayaan Natal Wilayah di Stasi Punggaluku (untuk Stasi Punggaluku, Stasi Baito dan Stasi DKB I)

Selasa 31 Desember 2013
Pukul 19.00 MISA TUTUP TAHUN di Gereja Pusat

Rabu 1 Januari 2014
Pukul 08.00 MISA TAHUN BARU di Gereja Pusat
Pukul 19.00 Perayaan Natal dan Tahun Baru di gereja Stasi Anduonohu

Kamis 2 Januari 2013

Pukul 19.00 Perayaan Natal dan Tahun Baru di gereja Stasi Wawonii

Senin, 09 Desember 2013

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2013

“Datanglah, ya Raja Damai” (Bdk. Yes. 9:5)

Saudara-saudari terkasih, segenap umat Kristiani Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

1. Kita kembali merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat di dunia. Perayaan kedatangan-Nya selalu menghadirkan kehangatan dan pengharapan Natal bagi segenap umat manusia, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia. Dalam peringatan ini kita menghayati kembali peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang diwarta
kan oleh para Malaikat dengan gegap gempita kepada para gembala di padang Efrata, komunitas sederhana dan terpinggirkan pada jamannya (bdk. Luk. 2:8-12). Selayaknya, penyampaian kabar gembira itu tetap menggema dalam kehidupan kita sampai saat ini, dalam keadaan apapun dan dalam situasi bagaimanapun.
Tema Natal bersama PGI dan KWI kali ini diilhami suatu ayat dalam Kitab Nabi Yesaya 9:5 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”.

Kekuatan pesan sang nabi tentang kedatangan Mesias dibuktikan dari empat gelar yang dijabarkan dalam nubuat tersebut, yaitu: 1). Mesias disebut “Penasihat Ajaib”, karena Dia sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati yang membawakan hikmat sempurna dan karenanya, menyingkapkan rencana keselamatan yang sempurna. 2). Dia digelari “Allah yang Perkasa”, karena dalam Diri-Nya seluruh kepenuhan keallahan akan berdiam secara jasmaniah (bdk. Kol. 2:9, bdk. Yoh. 1:1.14). 3). Disebut “Bapa yang Kekal” karena Mesias datang bukan hanya memperkenalkan Bapa Sorgawi, tetapi Ia sendiri akan bertindak terhadap umat-Nya secara kekal bagaikan seorang Bapa yang penuh dengan belas kasihan, melindungi dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya (Bdk. Mzm. 103:3). 4). Raja Damai, karena pemerintahan-Nya akan membawa damai dengan bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian (bdk. Rm. 5:1; 8:2). 2.

2. Seiring dengan semangat dan tema Natal tahun ini, kita menyadari bahwa Natal kali ini tetap masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan untuk beberapa situasi dan kondisi bangsa kita. Kita bersyukur bahwa Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, kita masih merasakan adanya tindakan-tindakan intoleran yang mengancam kerukunan, dengan dihembuskannya isu mayoritas dan minoritas di tengah-tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan. Tindakan intoleran ini secara sistematis hadir dalam berbagai bentuknya.
Selain itu, di depan mata kita juga tampak perusakan alam melalui cara-cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan seperti kurang peduli terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan.

Hal yang juga masih terus mencemaskan kita adalah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tidak pandang bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang sangat besar masih terus terjadi.
Hal lain yang juga memprihatinkan adalah lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan bahwa integritas moral para pemimpin bangsa ini kian hari kian merosot. Disiplin, kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh kepentingan politik kekuasaan. Namun demikian, kita bersyukur karena Tuhan masih menghadirkan beberapa figur pemimpin yang patut dijadikan teladan. Kenyataan ini memberi secercah kesegaran di tengah dahaga dan kecewa rakyat atas realitas kepemimpinan yang ada di depan mata. 3. Karena itu, Gema tema Natal 2013 “Datanglah, Ya raja Damai” menjadi sangat relevan. Nubuat Nabi Yesaya sungguh memiliki kekuatan dalam ungkapannya. Seruan ini  mengungkapkan sebuah doa permohonan dan sekaligus harapan akan datangnya sang pembawa damai dan penegak keadilan (bdk. “Penasihat Ajaib”).

Doa ini dikumandangkan berangkat dari kesadaran bahwa dalam  situasi apapun, pada akhirnya  “Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal,” Dialah yang memiliki otoritas atas dunia ciptaan-Nya.  Dengan demikian, semangat Natal adalah semangat merefleksikan kembali arti Kristus yang sudah lahir bagi kita, yang telah menyatakan karya keadilan dan perdamaian dunia, dan karenanya pada saat yang sama, umat berkomitmen untuk mewujudkan kembali karya itu, yaitu karya perdamaian di tengah konteks kita. Tema ini sekaligus mengacu pada pengharapan akan kehidupan kekal melalui kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim yang Adil. Semangat tema ini sejalan dengan tekad Gereja-gereja sedunia yang ingin menegakkan keadilan, sebab kedamaian sejati tidak akan menjadi nyata tanpa penegakan keadilan.

3. Karena itu, dalam pesan Natal bersama kami tahun ini, kami hendak menggarisbawahi semangat Kedatangan Kristus tersebut dengan sekali lagi mendorong Gereja-gereja dan seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk tidak jemu-jemu menjadi agen-agen pembawa damai di mana pun berada dan berkarya. Hal itu dapat kita wujudkan antara lain dengan:

a). Terus mendukung upaya-upaya penegakkan keadilan, baik di lingkungan kita maupun dalam lingkup yang lebih luas. Hendaklah kita menjadi pribadi-pribadi yang adil dan bertanggung jawab, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, gereja, masyarakat dan di mana pun Allah mempercayakan diri kita berkarya. Penegakkan keadilan, niscaya diikuti oleh sikap hidup yang berintegritas, disiplin, jujur dan cinta damai.

b). Terus memberi perhatian serius terhadap upaya-upaya pemeliharaan, pelestarian dan pemulihan lingkungan. Mulailah dari sikap diri yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan alam di sekitar kita, penghematan pemakaian sumber daya yang tidak terbarukan, serta bersikap kritis terhadap berbagai bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan semangat pelestarian lingkungan. Dengan demikian kita juga berperan dalam memberikan keadilan dan perdamaian terhadap lingkungan serta generasi penerus kita.

c). Semangat cinta damai dan hidup rukun menjadi dasar yang kokoh dan modal yang sangat penting untuk menghadapi agenda besar bangsa kita, yaitu Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden-Wakil Presiden tahun 2014 yang akan datang.

Saudara-saudara terkasih,
Marilah kita menyambut kedatangan-Nya sambil terus mendaraskan doa Santo Fransiskus dari Asisi ini:
Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai, Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
Sebab dengan memberi aku menerima
Dengan mengampuni aku diampuni
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya. Amin

SELAMAT NATAL 2013 DAN TAHUN BARU 2014

Jakarta, 18 November 2013

Atas nama

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
Pdt. Dr. A. A. Yewangoe (Ketua Umum)
Pdt. Gomar Gultom, M.Th.   (Sekretaris Umum)

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
Mgr Ignatius Suharyo   (Ketua Umum)

Mgr  J. M. Pujasumarta  (Sekretaris Jenderal)