1. Masa Prapaskah mulai pada HARI RABU ABU tanggal 1 Maret 2017 dan berjalan sampai PESTA PASKAH tanggal 16 April 2017.
2. Seluruh Masa Prapaskah adalah waktu bertapa. Karena itu diharapkan dari masing-masing agar selama Masa Prapaskah dengan kesadaran dan kerelaan melakukan pekerjaan amal dan tapa menurut pilihan masing-masing, selain yang diwajibkan di bawah ini.
3. Secara khusus diminta perhatian untuk AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP), yang dimaksudkan mengumpulkan dana, yang diperoleh dari usaha-usaha penghematan / berpantang. Dana itu diperuntukkan karya-karya sosial, termasuk usaha-usaha pengembangan Komunitas Basis/Keluarga dan pemberdayaan lingkungan.
4. Di samping itu selama Masa Prapaskah kita wajib berpuasa dan berpantang menurut peraturan berikut:
a. Pada Hari Rabu Abu dan Jumat Agung ada kewajiban berpuasa dan berpantang.
b. Pada hari-hari Jumat Biasa dalam Masa Prapaskah hanya ada kewajiban berpantang.
c. Berpuasa berarti mengurangi makan, sehingga hanya satu kali saja boleh makan kenyang dalam sehari.
Kewajiban untuk berpuasa ini berlaku bagi mereka yang berumur antara 18 sampai 60 tahun.
d. Berpantang berarti mengurangi makanan mewah sesuai dengan penilaian daerah masing-masing, misalnya berpantang dari daging. Secara perorangan dapat pula menentukan wujud berpantang menurut keadaan masing-masing, misalnya berpantang dari berjajan makanan khusus, dari minuman keras, dari rokok, dll.
Kewajiban berpantang berlaku bagi mereka yang berusia 14 tahun ke atas.
5. Mereka yang mendapat makanan dari dapur umum, atau yang hidup di tengah keluarga yang seluruhnya belum Katolik, bebas dari wajib pantang, tetapi tidak bebas dari wajib puasa.
6. Kewajiban Paskah, yaitu kewajiban untuk menyambut komuni (dan kalau perlu sebelumnya mengaku dosa) dapat dipenuhi dari Hari Rabu Abu tanggal 1 Maret 2017 sampai Hari Raya Tritunggal Mahakudus, 11 Juni 2017.
7. Selama masa PraPaskah, Kemuliaan tidak didaraskan/dinyanyikan.
Search by Google
PROMOSI
Jumat, 24 Februari 2017
JADWAL MINGGU INI
Rabu, 1 Maret 2017 Pukul 18.30: MISA RABU ABU (Wajib Puasa dan Pantang)
Jumat, 3 Maret 2017 Pukul 18.30: JALAN SALIB
Jumat, 3 Maret 2017 Pukul 18.30: JALAN SALIB
Rabu, 08 Februari 2017
PEMBEKALAN APP
Pembekalan Aksi Puasa Pembangunan (APP) oleh Tim dari Keuskupan Agung Makassar akan dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Pebruari 2017 mulai Pukul 15.00 - Selesai di Aula Paroki. Diharapan setiap Rukun/Stasi dapat mengirimkan perwakilannya. Terima kasih.
Selasa, 07 Februari 2017
Seruan Pastoral KWI menyambut PILKADA serentak 2017
Seruan
Pastoral KWI menyambut PILKADA serentak 2017
Menyambut
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017, Konferensi
Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan seruan kepada umat Katolik
untuk memilih dengan cerdas dan bertanggung jawab serta memilih calon
pemimpin yang bijak, menghayati nilai-nilai agamanya dengan baik dan
benar, peduli terhadap sesama, berpihak terhadap rakyat kecil, cinta
damai dan anti-kekerasan, serta peduli pada pelestarian lingkungan
hidup.
Seruan
tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada 10 November 2016 di
kantor Konferensi Waligereja Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat,
menutup Sidang Tahunan KWI yang berlangsung 31 Oktober hingga 10
November 2016.
Berikut
ini seruan para uskup selengkapnya:
PILKADA
YANG BERMARTABAT SEBAGAI PERWUJUDAN KEBAIKAN BERSAMA
Saudara-saudari
yang terkasih,
Bangsa
kita akan menyelenggarakan Pilkada serentak untuk kedua kalinya.
Jumlah daerah yang akan melaksanakan Pilkada adalah 7 (tujuh)
provinsi, 18 (delapan belas) kota, dan 76 (tujuh puluh enam)
Kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tahapan penting
yang harus kita ketahui adalah masa kampanye tanggal 26 Oktober –
11 Februari 2017, masa tenang tanggal 12-14 Februari. Waktu
pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan tanggal 15 Februari.
Masa rekapitulasi suara adalah tanggal 16-27 Februari dan saat
penetapan calon terpilih tanpa sengketa adalah 8-10 Maret.
Melalui
Pilkada kita memilih pemimpin daerah yang akan menduduki jabatan
hingga lima tahun ke depan. Marilah kita jadikan Pilkada sebagai
sarana dan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi dan upaya
nyata mewujudkan kebaikan bersama. Sikap ini dianjurkan oleh ajaran
Gereja: “Hendaknya semua warga negara menyadari hak maupun
kewajibannya untuk secara bebas menggunakan hak suara mereka guna
meningkatkan kesejahteraan umum” (Gaudium et Spes 75). Oleh karena
itu, kita harus berpartisipasi dalam Pilkada dengan penuh
tanggungjawab berpegang pada nilai-nilai kristiani dan suara hati.
Saudara-saudari
yang terkasih,
Selain
berharap, kita juga terpanggil untuk ikut bertanggungjawab agar
Pilkada berjalan dengan bermartabat dan berkualitas. Sebagai bentuk
dukungan dan partisipasi yang optimal terhadap Pilkada, kita perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Ikutlah
mengawal proses Pilkada
Bersama
warga masyarakat kita mengawal Pilkada agar berjalan dengan damai dan
sesuai dengan amanat undang-undang. Hal penting dalam proses Pilkada
yang perlu dikawal adalah tersedianya fasilitas yang memadai bagi
berlangsungnya hubungan pengenalan secara timbal balik antara calon
dengan pemilih dan kepastian bagi setiap warga negara untuk
menggunakan hak memilih secara Luber (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia)
dan Jurdil (Jujur, Adil).
Proses
Pilkada yang damai menjadi syarat penting yang harus dikawal semua
pihak. Jangan sampai terjadi kekerasan dalam bentuk apapun, baik
secara terbuka maupun terselubung. Apabila kekerasan terjadi, damai
dan rasa aman tidak akan mudah dipulih-kan. Kita perlu waspada
terhadap berbagai upaya untuk memecah belah dalam proses Pilkada.
Kedamaian dan persatuan tidak boleh dikorbankan demi target politik
tertentu dalam Pilkada.
Mengantisipasi
munculnya masalah dan ancaman
Hal-hal
yang berpotensi menimbulkan masalah dan harus diantisipasi adalah:
pertama, siasat politik yang tidak sehat atau menghalalkan segala
cara demi meraih kekuasaan. Kedua, kemampuan dan integritas
penyelenggara Pilkada (KPU dan PANWASLU).
Proses
Pemilu terdahulu memberi bukti ada penyelenggara Pemilu yang
tersangkut masalah dan membuat masalah karena tidak netral bahkan
ikut memanipulasi suara. Pelanggaran yang berpotensi menimbulkan
masalah harus diantisipasi bersama dan harus ada penegakkan hukum
yang adil dan efektif untuk memberi jaminan terselenggaranya Pilkada
yang berkualitas dan bermartabat.
Apabila
Pilkada telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan undang-undang,
hendaknya kita rela menerima hasilnya dan siap memberikan dukungan
untuk menjadi pemimpin bagi seluruh warga masyarakat. Segala
perbedaan pendapat dan pilihan politik, hendaknya berhenti saat
kepala daerah hasil Pilkada dilantik.
Pilihlah
dengan cerdas dan bertanggungjawab
Gereja
hendaknya mendorong umat untuk menggunakan hak dengan berpartisipasi
dalam Pilkada dan memastikan tidak membawa lembaga Gereja masuk ke
dalam politik praktis. Setiap warga negara yang telah memiliki hak
suara harus ikut terlibat menentukan dan memilih siapa yang akan
menjadi pemimpin daerah melalui mekanisme yang telah ditentukan oleh
peraturan dan undang-undang yang berlaku.
Ikut
memilih dalam Pilkada merupakan hak dan panggilan sebagai warga
negara. Dengan ikut memi-lih berarti kita ambil bagian dalam
menentukan arah perjalanan dan kelangsungan kehidupan daerahnya. Oleh
karena itu, penting disadari bahwa pemilih tidak saja memberikan
suara, me-lainkan menentukan pilihan dengan cerdas, bertanggungjawab,
dan sesuai dengan suara hati. Kita yang punya hak suara janganlah
Golput!
Pahamilah
kriteria pilihan dan kiat dalam memilih dengan tepat
Para
calon pemimpin daerah yang akan kita pilih harus dipastikan orang
bijak, yang menghayati nilai-nilai agamanya dengan baik dan benar,
peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan
anti kekerasan serta peduli pada pelestarian lingkungan hidup. Calon
pemimpin daerah yang jelas-jelas berwawasan sempit, cenderung
mementingkan kelompok, terindikasi bermental koruptif dan
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan jangan dipilih.
Hati-hatilah
supaya kita tidak terjebak dan ikut dalam politik uang yang dilakukan
calon untuk mendapatkan dukungan suara. Penting untuk kita ingat
bahwa politik uang bertentangan dengan ajaran Kristiani dan merusak
asas-asas demokrasi.
Berdoalah
untuk pelaksanaan Pilkada
Marilah
kita mengiringi proses pelaksanaan Pilkada dengan doa. Kita memohon
berkat Tuhan agar Pilkada berlangsung dengan damai dan menghasilkan
pemimpin daerah yang berintegritas serta mau berjuang keras
memperhatikan rakyat demi terwujudnya kesejahteraan umum.
Jakarta,
10 November 2016
KONFERENSI
WALIGEREJA INDONESIA
Mgr.
Ignatius Suharyo Mgr. Antonius S. Bunjamin OSC
Ketua Sekretaris Jenderal
Kamis, 02 Februari 2017
Selasa, 13 Desember 2016
Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2016
“Hari Ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat, Yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud” (Lukas 2:11)
Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Kristus.
Salam sejahtera dalam kasih Kristus.
Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita. Allah bertindak memperbaiki situasi hidup umat-Nya. Berita sukacita itulah yang diserukan oleh Malaikat: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:11). Belarasa Allah itu mendorong kita untuk melakukan hal yang sama sebagaimana Dia lakukan. Inilah semangat atau spiritualitas inkarnasi.
Keikutsertaan kita pada belarasa Allah itu dapat kita wujudkan melalui upaya untuk menyikapi masalah-masalah kebangsaan yang sudah menahun. Dalam perjuangan mengatasi masalah-masalah seperti itu, kehadiran Juruselamat di dunia ini memberi kekuatan bagi kita. Penyertaan-Nya menumbuhkan sukacita dan harapan kita dalam mengusahakan hidup bersama yang lebih baik. Oleh karena itu, kita merayakan Natal sambil berharap dapat menimba inspirasi, kekuatan dan semangat baru bagi pelayanan dan kesaksian hidup, serta memberi dorongan untuk lebih berbakti dan taat kepada Allah dalam setiap pilihan hidup.
Saudari-saudara terkasih,
Kita akan segera meninggalkan tahun 2016 dan masuk tahun 2017. Ada hal-hal penting yang perlu kita renungkan bersama pada peristiwa Natal ini. Sebagai warga negara kita bersyukur bahwa upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia semakin memberi harapan bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang merata. Walaupun belum sesuai dengan harapan, kita sudah menyaksikan adanya peningkatan dan perbaikan pelayanan publik, penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan. Kita dapat memandangnya sebagai wujud nyata sukacita iman sebagaimana diwartakan oleh malaikat kepada para gembala, “aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk 2:10).
Memang harus kita akui bahwa masih ada juga segi-segi kehidupan bersama yang harus terus kita perhatikan dan perbaiki. Misalnya, kita kadang masih menghadapi kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Masalah korupsi dan pungli juga masih merajalela, bahkan tersebar dari pusat hingga daerah. Kita juga menghadapi kemiskinan yang sangat memprihatinkan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kemiskinan per Maret 2016 masih sebesar 28,01 juta jiwa. Keprihatinan lain yang juga memerlukan perhatian dan keterlibatan kita untuk mengatasinya adalah peredaran dan pemakaian narkoba. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 memperlihatkan bahwa pengguna narkoba terus meningkat jumlahnya. Pada periode Juni hingga November 2015 terjadi penambahan sebesar 1,7 juta jiwa, dari semula 4,2 juta menjadi 5,9 juta jiwa. Semakin banyaknya pengguna narkoba itu tidak lepas dari peran produsen dan pengedar yang juga bertambah.
Kita juga harus bekerja keras untuk mendewasakan dan meningkatkan kualitas demokrasi. Penyelenggaraan Pemilu merupakan salah satu sarananya, seperti Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak (Pilkada serentak) yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017 di 101 daerah terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Peristiwa itu akan menjadi ujian bagi partisipasi politik masyarakat dan peningkatan kualitas pelaksana serta proses penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana juga masalah lainnya, harus kita hadapi. Jangan sampai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan itu membuat kita merasa takut. Kepada kita, seperti kepada para gembala, malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus mengatakan “jangan takut” (Luk 2:10).
Saudari-saudara terkasih,
Marilah kita jadikan tantangan-tantangan tersebut kesempatan untuk mengambil prakarsa dan peran secara lebih nyata dalam menyikapi berbagai persoalan hidup bersama ini. Kita ciptakan hidup bersama yang damai dengan terus melakukan dialog. Kita lawan korupsi dan pungli dengan ikut aktif mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran pembangunan. Kita atasi problem kemiskinan, salah satunya dengan meningkatkan semangat berbagi. Kita lawan narkoba dengan ikut mengupayakan masyarakat yang bebas dari narkoba, khususnya dengan menjaga keluarga kita terhadap bahaya barang terlarang dan mematikan itu.
Kita tingkatkan kualitas demokrasi kita melalui keterlibatan penuh tanggungjawab dengan menggunakan hak pilih dan aktif berperan serta dalam seluruh tahapan dan pelaksanaan Pilkada. Kita juga berharap agar penyelenggara Pilkada dan para calon kepala daerah menjunjung tinggi kejujuran dan bersikap sportif, menaati semua aturan yang sudah ditentukan dan aktif berperan menjaga kedamaian demi terwujudnya Pilkada yang berkualitas. Kita tolak politik uang. Jangan sampai harga diri dan kedaulatan kita sebagai pemilih kita korbankan hanya demi uang.
Kita syukuri kehadiran Yesus Kristus yang mendamaikan kembali kita dengan Allah. Inilah kebesaran kasih karunia Allah, sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah (1Yoh 2:1). Di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10). Kita syukuri juga berkat yang telah kita terima sepanjang tahun yang segera berlalu.
Kita sampaikan berkat sukacita kelahiran Yesus Kristus ini kepada sesama kita dan seluruh ciptaan. Kita mewujudkan karya kebaikan Allah itu melalui perhatian dan kepedulian kita terhadap berbagai keprihatinan yang ada dengan aktif mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, perayaan kelahiran Yesus Kristus ini dapat menjadi titik tolak dan dasar bagi setiap usaha kita untuk lebih memuliakan Allah dalam langkah dan perbuatan kita.
Keikutsertaan kita pada belarasa Allah itu dapat kita wujudkan melalui upaya untuk menyikapi masalah-masalah kebangsaan yang sudah menahun. Dalam perjuangan mengatasi masalah-masalah seperti itu, kehadiran Juruselamat di dunia ini memberi kekuatan bagi kita. Penyertaan-Nya menumbuhkan sukacita dan harapan kita dalam mengusahakan hidup bersama yang lebih baik. Oleh karena itu, kita merayakan Natal sambil berharap dapat menimba inspirasi, kekuatan dan semangat baru bagi pelayanan dan kesaksian hidup, serta memberi dorongan untuk lebih berbakti dan taat kepada Allah dalam setiap pilihan hidup.
Saudari-saudara terkasih,
Kita akan segera meninggalkan tahun 2016 dan masuk tahun 2017. Ada hal-hal penting yang perlu kita renungkan bersama pada peristiwa Natal ini. Sebagai warga negara kita bersyukur bahwa upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia semakin memberi harapan bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang merata. Walaupun belum sesuai dengan harapan, kita sudah menyaksikan adanya peningkatan dan perbaikan pelayanan publik, penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan. Kita dapat memandangnya sebagai wujud nyata sukacita iman sebagaimana diwartakan oleh malaikat kepada para gembala, “aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk 2:10).
Memang harus kita akui bahwa masih ada juga segi-segi kehidupan bersama yang harus terus kita perhatikan dan perbaiki. Misalnya, kita kadang masih menghadapi kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Masalah korupsi dan pungli juga masih merajalela, bahkan tersebar dari pusat hingga daerah. Kita juga menghadapi kemiskinan yang sangat memprihatinkan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kemiskinan per Maret 2016 masih sebesar 28,01 juta jiwa. Keprihatinan lain yang juga memerlukan perhatian dan keterlibatan kita untuk mengatasinya adalah peredaran dan pemakaian narkoba. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 memperlihatkan bahwa pengguna narkoba terus meningkat jumlahnya. Pada periode Juni hingga November 2015 terjadi penambahan sebesar 1,7 juta jiwa, dari semula 4,2 juta menjadi 5,9 juta jiwa. Semakin banyaknya pengguna narkoba itu tidak lepas dari peran produsen dan pengedar yang juga bertambah.
Kita juga harus bekerja keras untuk mendewasakan dan meningkatkan kualitas demokrasi. Penyelenggaraan Pemilu merupakan salah satu sarananya, seperti Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak (Pilkada serentak) yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017 di 101 daerah terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Peristiwa itu akan menjadi ujian bagi partisipasi politik masyarakat dan peningkatan kualitas pelaksana serta proses penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana juga masalah lainnya, harus kita hadapi. Jangan sampai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan itu membuat kita merasa takut. Kepada kita, seperti kepada para gembala, malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus mengatakan “jangan takut” (Luk 2:10).
Saudari-saudara terkasih,
Marilah kita jadikan tantangan-tantangan tersebut kesempatan untuk mengambil prakarsa dan peran secara lebih nyata dalam menyikapi berbagai persoalan hidup bersama ini. Kita ciptakan hidup bersama yang damai dengan terus melakukan dialog. Kita lawan korupsi dan pungli dengan ikut aktif mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran pembangunan. Kita atasi problem kemiskinan, salah satunya dengan meningkatkan semangat berbagi. Kita lawan narkoba dengan ikut mengupayakan masyarakat yang bebas dari narkoba, khususnya dengan menjaga keluarga kita terhadap bahaya barang terlarang dan mematikan itu.
Kita tingkatkan kualitas demokrasi kita melalui keterlibatan penuh tanggungjawab dengan menggunakan hak pilih dan aktif berperan serta dalam seluruh tahapan dan pelaksanaan Pilkada. Kita juga berharap agar penyelenggara Pilkada dan para calon kepala daerah menjunjung tinggi kejujuran dan bersikap sportif, menaati semua aturan yang sudah ditentukan dan aktif berperan menjaga kedamaian demi terwujudnya Pilkada yang berkualitas. Kita tolak politik uang. Jangan sampai harga diri dan kedaulatan kita sebagai pemilih kita korbankan hanya demi uang.
Kita syukuri kehadiran Yesus Kristus yang mendamaikan kembali kita dengan Allah. Inilah kebesaran kasih karunia Allah, sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah (1Yoh 2:1). Di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10). Kita syukuri juga berkat yang telah kita terima sepanjang tahun yang segera berlalu.
Kita sampaikan berkat sukacita kelahiran Yesus Kristus ini kepada sesama kita dan seluruh ciptaan. Kita mewujudkan karya kebaikan Allah itu melalui perhatian dan kepedulian kita terhadap berbagai keprihatinan yang ada dengan aktif mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, perayaan kelahiran Yesus Kristus ini dapat menjadi titik tolak dan dasar bagi setiap usaha kita untuk lebih memuliakan Allah dalam langkah dan perbuatan kita.
SELAMAT NATAL 2016 DAN TAHUN BARU 2017
Jakarta, 10 November 2016
Atas nama
Jakarta, 10 November 2016
Atas nama
| PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) | KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) |
| Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang (Ketua Umum) Pdt. Gomar Gultom (Sekretaris Umum) | Mgr. Ignatius Suharyo (Ketua) Mgr. Antonius Subianto B (Sekretaris Jendral) |
Senin, 12 Desember 2016
JADWAL PELAYANAN ADVEN, NATAL DAN TAHUN BARU 2017
Selasa,
13 Desember 2016
Pukul
18.30: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Lapoa
Rabu,
14 Desember 2016
Pukul
08.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi SP 1
Pukul
11.30: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Rumbia
Pukul
19.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi DKB V
Kamis,
15 Desember 2016
Pukul
08.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi DKB I
Pukul
12.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Baito
Pukul
18.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Punggaluku
Jumat
16 Desember 2016
Pukul
16.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Moramo
Pukul
21.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki
Sabtu,
17 Desember 2016
Pukul
09.00: Peneguhan Pernikahan
Pukul
18.30: Misa Malam Minggu (Adven IV) di Gereja Paroki
Minggu,
18 Desember 2016
Pukul
07.00: Misa Minggu Pagi (Adven IV) di Gereja Paroki
Pukul
09.30: Misa Minggu Pagi (Adven IV) di Stasi Anduonohu
Pukul
10.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Tanea
Senin,
19 Desember 2016
Pukul
18.30: Misa Harian di Gereja Paroki
Pukul
19.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Gereja Paroki
Selasa,
20 Desember 2016
Pukul
18.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Gereja Paroki
Rabu,
21 Desember 2016
Pukul
18.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Stasi Anduonohu
Sabtu,
24 Desember 2016
Pukul
19.00: Misa Malam Natal di Gereja Paroki
Minggu,
25 Desember 2016
Pukul
09.30: Misa Hari Raya Natal di Stasi Anduonohu
Pukul 18.30: Misa Hari Raya Natal di Gereja Paroki
Pukul 18.30: Misa Hari Raya Natal di Gereja Paroki
Senin,
26 Desember 2016
Pukul
18.30: Misa Natal di Stasi Lapoa
Selasa,
27 Desember 2016
Pukul
08.00: Misa Natal di Stasi SP 1
Pukul
11.30: Misa Natal di Stasi Rumbia
Pukul
19.00: Misa Natal di Stasi DKB V
Rabu,
28 Desember 2016
Pukul
08.00: Misa Natal di Stasi DKB V
Pukul
12.00: Misa Natal di Stasi Baito
Pukul
18.00: Misa Natal di Stasi Punggaluku
Kamis,
29 Desember 2016
Pukul
11.00: Misa Natal di Stasi Tanea
Jumat,
30 Desember 2016
Pukul
10.00: Misa Natal di Stasi Moramo
Sabtu,
31 Desember 2016
Pukul
18.00: Misa Tutup Tahun 2016 di Gereja Paroki
Minggu,
1 Januari 2017
Pukul
09.30: Misa Natal dan Tahun Baru 2017 di Stasi Anduonohu
Pukul 18.30: Misa Tahun Baru 2017 di Gereja Paroki
NB: Mohon umat di Stasi memperhatikan jadwal di atas.
Langganan:
Postingan (Atom)

