Search by Google

PROMOSI

Jumat, 24 Februari 2017

PERATURAN PUASA DAN PANTANG:

1.   Masa Prapaskah mulai pada HARI RABU ABU tanggal 1 Maret 2017 dan berjalan sampai PESTA PASKAH tanggal 16 April 2017.

2.  Seluruh Masa Prapaskah adalah waktu bertapa. Karena itu diharapkan dari masing-masing agar selama Masa Prapaskah dengan kesadaran dan kerelaan melakukan pekerjaan amal dan tapa menurut pilihan masing-masing, selain yang diwajibkan di bawah ini.

3.  Secara khusus diminta perhatian untuk AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP), yang dimaksudkan mengumpulkan dana, yang diperoleh dari usaha-usaha penghematan / berpantang. Dana itu diperuntukkan karya-karya sosial, termasuk usaha-usaha pengembangan Komunitas Basis/Keluarga dan pemberdayaan lingkungan. 

4.  Di samping itu selama Masa Prapaskah kita wajib berpuasa dan berpantang menurut peraturan berikut:
a.   Pada Hari Rabu Abu dan Jumat Agung ada kewajiban berpuasa dan berpantang.
b.  Pada hari-hari Jumat Biasa dalam Masa Prapaskah hanya ada kewajiban berpantang.
c.  Berpuasa berarti mengurangi makan, sehingga hanya satu kali saja boleh makan kenyang dalam sehari.
Kewajiban untuk berpuasa ini berlaku bagi mereka yang berumur antara 18 sampai 60 tahun.
d.  Berpantang berarti mengurangi makanan mewah sesuai dengan penilaian daerah masing-masing, misalnya berpantang dari daging. Secara perorangan dapat pula menentukan wujud berpantang menurut keadaan masing-masing, misalnya berpantang dari berjajan makanan khusus, dari minuman keras, dari rokok, dll.
Kewajiban berpantang berlaku bagi mereka yang berusia 14 tahun ke atas.

5.  Mereka yang mendapat makanan dari dapur umum, atau yang hidup di tengah keluarga yang seluruhnya belum Katolik, bebas dari wajib pantang, tetapi tidak bebas dari wajib puasa.

6.  Kewajiban Paskah, yaitu kewajiban untuk menyambut komuni (dan kalau perlu sebelumnya mengaku dosa) dapat dipenuhi dari Hari Rabu Abu tanggal 1 Maret 2017 sampai Hari Raya Tritunggal Mahakudus, 11 Juni 2017.

7.   Selama masa PraPaskah, Kemuliaan tidak didaraskan/dinyanyikan.

JADWAL MINGGU INI

Rabu, 1 Maret 2017 Pukul 18.30: MISA RABU ABU (Wajib Puasa dan Pantang)

Jumat, 3 Maret 2017 Pukul 18.30: JALAN SALIB

Rabu, 08 Februari 2017

PEMBEKALAN APP

Pembekalan Aksi Puasa Pembangunan (APP) oleh Tim dari Keuskupan Agung Makassar akan dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Pebruari 2017 mulai Pukul 15.00 - Selesai di Aula Paroki. Diharapan setiap Rukun/Stasi dapat mengirimkan perwakilannya. Terima kasih.

Selasa, 07 Februari 2017

Seruan Pastoral KWI menyambut PILKADA serentak 2017

Seruan Pastoral KWI menyambut PILKADA serentak 2017
Menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan seruan kepada umat Katolik untuk memilih dengan cerdas dan bertanggung jawab serta memilih calon pemimpin yang bijak, menghayati nilai-nilai agamanya dengan baik dan benar, peduli terhadap sesama, berpihak terhadap rakyat kecil, cinta damai dan anti-kekerasan, serta peduli pada pelestarian lingkungan hidup.
Seruan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada 10 November 2016 di kantor Konferensi Waligereja Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, menutup Sidang Tahunan KWI yang berlangsung 31 Oktober hingga 10 November 2016.
Berikut ini seruan para uskup selengkapnya:
PILKADA YANG BERMARTABAT SEBAGAI PERWUJUDAN KEBAIKAN BERSAMA
Saudara-saudari yang terkasih,
Bangsa kita akan menyelenggarakan Pilkada serentak untuk kedua kalinya. Jumlah daerah yang akan melaksanakan Pilkada adalah 7 (tujuh) provinsi, 18 (delapan belas) kota, dan 76 (tujuh puluh enam) Kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tahapan penting yang harus kita ketahui adalah masa kampanye tanggal 26 Oktober – 11 Februari 2017, masa tenang tanggal 12-14 Februari. Waktu pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan tanggal 15 Februari. Masa rekapitulasi suara adalah tanggal 16-27 Februari dan saat penetapan calon terpilih tanpa sengketa adalah 8-10 Maret.
Melalui Pilkada kita memilih pemimpin daerah yang akan menduduki jabatan hingga lima tahun ke depan. Marilah kita jadikan Pilkada sebagai sarana dan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi dan upaya nyata mewujudkan kebaikan bersama. Sikap ini dianjurkan oleh ajaran Gereja: “Hendaknya semua warga negara menyadari hak maupun kewajibannya untuk secara bebas menggunakan hak suara mereka guna meningkatkan kesejahteraan umum” (Gaudium et Spes 75). Oleh karena itu, kita harus berpartisipasi dalam Pilkada dengan penuh tanggungjawab berpegang pada nilai-nilai kristiani dan suara hati.
Saudara-saudari yang terkasih,
Selain berharap, kita juga terpanggil untuk ikut bertanggungjawab agar Pilkada berjalan dengan bermartabat dan berkualitas. Sebagai bentuk dukungan dan partisipasi yang optimal terhadap Pilkada, kita perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Ikutlah mengawal proses Pilkada
Bersama warga masyarakat kita mengawal Pilkada agar berjalan dengan damai dan sesuai dengan amanat undang-undang. Hal penting dalam proses Pilkada yang perlu dikawal adalah tersedianya fasilitas yang memadai bagi berlangsungnya hubungan pengenalan secara timbal balik antara calon dengan pemilih dan kepastian bagi setiap warga negara untuk menggunakan hak memilih secara Luber (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) dan Jurdil (Jujur, Adil).
Proses Pilkada yang damai menjadi syarat penting yang harus dikawal semua pihak. Jangan sampai terjadi kekerasan dalam bentuk apapun, baik secara terbuka maupun terselubung. Apabila kekerasan terjadi, damai dan rasa aman tidak akan mudah dipulih-kan. Kita perlu waspada terhadap berbagai upaya untuk memecah belah dalam proses Pilkada. Kedamaian dan persatuan tidak boleh dikorbankan demi target politik tertentu dalam Pilkada.
Mengantisipasi munculnya masalah dan ancaman
Hal-hal yang berpotensi menimbulkan masalah dan harus diantisipasi adalah: pertama, siasat politik yang tidak sehat atau menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan. Kedua, kemampuan dan integritas penyelenggara Pilkada (KPU dan PANWASLU).
Proses Pemilu terdahulu memberi bukti ada penyelenggara Pemilu yang tersangkut masalah dan membuat masalah karena tidak netral bahkan ikut memanipulasi suara. Pelanggaran yang berpotensi menimbulkan masalah harus diantisipasi bersama dan harus ada penegakkan hukum yang adil dan efektif untuk memberi jaminan terselenggaranya Pilkada yang berkualitas dan bermartabat.
Apabila Pilkada telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan undang-undang, hendaknya kita rela menerima hasilnya dan siap memberikan dukungan untuk menjadi pemimpin bagi seluruh warga masyarakat. Segala perbedaan pendapat dan pilihan politik, hendaknya berhenti saat kepala daerah hasil Pilkada dilantik.
Pilihlah dengan cerdas dan bertanggungjawab
Gereja hendaknya mendorong umat untuk menggunakan hak dengan berpartisipasi dalam Pilkada dan memastikan tidak membawa lembaga Gereja masuk ke dalam politik praktis. Setiap warga negara yang telah memiliki hak suara harus ikut terlibat menentukan dan memilih siapa yang akan menjadi pemimpin daerah melalui mekanisme yang telah ditentukan oleh peraturan dan undang-undang yang berlaku.
Ikut memilih dalam Pilkada merupakan hak dan panggilan sebagai warga negara. Dengan ikut memi-lih berarti kita ambil bagian dalam menentukan arah perjalanan dan kelangsungan kehidupan daerahnya. Oleh karena itu, penting disadari bahwa pemilih tidak saja memberikan suara, me-lainkan menentukan pilihan dengan cerdas, bertanggungjawab, dan sesuai dengan suara hati. Kita yang punya hak suara janganlah Golput!
Pahamilah kriteria pilihan dan kiat dalam memilih dengan tepat
Para calon pemimpin daerah yang akan kita pilih harus dipastikan orang bijak, yang menghayati nilai-nilai agamanya dengan baik dan benar, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan serta peduli pada pelestarian lingkungan hidup. Calon pemimpin daerah yang jelas-jelas berwawasan sempit, cenderung mementingkan kelompok, terindikasi bermental koruptif dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan jangan dipilih.
Hati-hatilah supaya kita tidak terjebak dan ikut dalam politik uang yang dilakukan calon untuk mendapatkan dukungan suara. Penting untuk kita ingat bahwa politik uang bertentangan dengan ajaran Kristiani dan merusak asas-asas demokrasi.
Berdoalah untuk pelaksanaan Pilkada
Marilah kita mengiringi proses pelaksanaan Pilkada dengan doa. Kita memohon berkat Tuhan agar Pilkada berlangsung dengan damai dan menghasilkan pemimpin daerah yang berintegritas serta mau berjuang keras memperhatikan rakyat demi terwujudnya kesejahteraan umum.
Jakarta, 10 November 2016
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
Mgr. Ignatius Suharyo                                                 Mgr. Antonius S. Bunjamin OSC



Ketua                                                                                Sekretaris Jenderal

Selasa, 13 Desember 2016

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2016

“Hari Ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat, Yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud” (Lukas 2:11)
Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Kristus.
Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita. Allah bertindak memperbaiki situasi hidup umat-Nya. Berita sukacita itulah yang diserukan oleh Malaikat: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:11). Belarasa Allah itu mendorong kita untuk melakukan hal yang sama sebagaimana Dia lakukan. Inilah semangat atau spiritualitas inkarnasi.
Keikutsertaan kita pada belarasa Allah itu dapat kita wujudkan melalui upaya untuk menyikapi masalah-masalah kebangsaan yang sudah menahun. Dalam perjuangan mengatasi masalah-masalah seperti itu, kehadiran Juruselamat di dunia ini memberi kekuatan bagi kita. Penyertaan-Nya menumbuhkan sukacita dan harapan kita dalam mengusahakan hidup bersama yang lebih baik. Oleh karena itu, kita merayakan Natal sambil berharap dapat menimba inspirasi, kekuatan dan semangat baru bagi pelayanan dan kesaksian hidup, serta memberi dorongan untuk lebih berbakti dan taat kepada Allah dalam setiap pilihan hidup.

Saudari-saudara terkasih,
Kita akan segera meninggalkan tahun 2016 dan masuk tahun 2017. Ada hal-hal penting yang perlu kita renungkan bersama pada peristiwa Natal ini. Sebagai warga negara kita bersyukur bahwa upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia semakin memberi harapan bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang merata. Walaupun belum sesuai dengan harapan, kita sudah menyaksikan adanya peningkatan dan perbaikan pelayanan publik, penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan. Kita dapat memandangnya sebagai wujud nyata sukacita iman sebagaimana diwartakan oleh malaikat kepada para gembala, “aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk 2:10).

Memang harus kita akui bahwa masih ada juga segi-segi kehidupan bersama yang harus terus kita perhatikan dan perbaiki. Misalnya, kita kadang masih menghadapi kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Masalah korupsi dan pungli juga masih merajalela, bahkan tersebar dari pusat hingga daerah. Kita juga menghadapi kemiskinan yang sangat memprihatinkan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kemiskinan per Maret 2016 masih sebesar 28,01 juta jiwa. Keprihatinan lain yang juga memerlukan perhatian dan keterlibatan kita untuk mengatasinya adalah peredaran dan pemakaian narkoba. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 memperlihatkan bahwa pengguna narkoba terus meningkat jumlahnya. Pada periode Juni hingga November 2015 terjadi penambahan sebesar 1,7 juta jiwa, dari semula 4,2 juta menjadi 5,9 juta jiwa. Semakin banyaknya pengguna narkoba itu tidak lepas dari peran produsen dan pengedar yang juga bertambah.

Kita juga harus bekerja keras untuk mendewasakan dan meningkatkan kualitas demokrasi. Penyelenggaraan Pemilu merupakan salah satu sarananya, seperti Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak (Pilkada serentak) yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017 di 101 daerah terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Peristiwa itu akan menjadi ujian bagi partisipasi politik masyarakat dan peningkatan kualitas pelaksana serta proses penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana juga masalah lainnya, harus kita hadapi. Jangan sampai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan itu membuat kita merasa takut. Kepada kita, seperti kepada para gembala, malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus mengatakan “jangan takut” (Luk 2:10).

Saudari-saudara terkasih,
Marilah kita jadikan tantangan-tantangan tersebut kesempatan untuk mengambil prakarsa dan peran secara lebih nyata dalam menyikapi berbagai persoalan hidup bersama ini. Kita ciptakan hidup bersama yang damai dengan terus melakukan dialog. Kita lawan korupsi dan pungli dengan ikut aktif mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran pembangunan. Kita atasi problem kemiskinan, salah satunya dengan meningkatkan semangat berbagi. Kita lawan narkoba dengan ikut mengupayakan masyarakat yang bebas dari narkoba, khususnya dengan menjaga keluarga kita terhadap bahaya barang terlarang dan mematikan itu.

Kita tingkatkan kualitas demokrasi kita melalui keterlibatan penuh tanggungjawab dengan menggunakan hak pilih dan aktif berperan serta dalam seluruh tahapan dan pelaksanaan Pilkada. Kita juga berharap agar penyelenggara Pilkada dan para calon kepala daerah menjunjung tinggi kejujuran dan bersikap sportif, menaati semua aturan yang sudah ditentukan dan aktif berperan menjaga kedamaian demi terwujudnya Pilkada yang berkualitas. Kita tolak politik uang. Jangan sampai harga diri dan kedaulatan kita sebagai pemilih kita korbankan hanya demi uang.
Kita syukuri kehadiran Yesus Kristus yang mendamaikan kembali kita dengan Allah. Inilah kebesaran kasih karunia Allah, sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah (1Yoh 2:1). Di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10). Kita syukuri juga berkat yang telah kita terima sepanjang tahun yang segera berlalu.
Kita sampaikan berkat sukacita kelahiran Yesus Kristus ini kepada sesama kita dan seluruh ciptaan. Kita mewujudkan karya kebaikan Allah itu melalui perhatian dan kepedulian kita terhadap berbagai keprihatinan yang ada dengan aktif mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, perayaan kelahiran Yesus Kristus ini dapat menjadi titik tolak dan dasar bagi setiap usaha kita untuk lebih memuliakan Allah dalam langkah dan perbuatan kita.
SELAMAT NATAL 2016 DAN TAHUN BARU 2017
Jakarta, 10 November 2016
Atas nama
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)
Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang (Ketua Umum)
Pdt. Gomar Gultom (Sekretaris Umum)
Mgr. Ignatius Suharyo (Ketua)
Mgr. Antonius Subianto B (Sekretaris Jendral)

Senin, 12 Desember 2016

JADWAL PELAYANAN ADVEN, NATAL DAN TAHUN BARU 2017

Selasa, 13 Desember 2016
Pukul 18.30: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Lapoa

Rabu, 14 Desember 2016
Pukul 08.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi SP 1
Pukul 11.30: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Rumbia
Pukul 19.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi DKB V

Kamis, 15 Desember 2016
Pukul 08.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi DKB I
Pukul 12.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Baito
Pukul 18.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Punggaluku

Jumat 16 Desember 2016
Pukul 16.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Moramo
Pukul 21.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki

Sabtu, 17 Desember 2016
Pukul 09.00: Peneguhan Pernikahan
Pukul 18.30: Misa Malam Minggu (Adven IV) di Gereja Paroki

Minggu, 18 Desember 2016
Pukul 07.00: Misa Minggu Pagi (Adven IV) di Gereja Paroki
Pukul 09.30: Misa Minggu Pagi (Adven IV) di Stasi Anduonohu
Pukul 10.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Tanea

Senin, 19 Desember 2016
Pukul 18.30: Misa Harian di Gereja Paroki
Pukul 19.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Gereja Paroki

Selasa, 20 Desember 2016
Pukul 18.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Gereja Paroki

Rabu, 21 Desember 2016
Pukul 18.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Stasi Anduonohu

Sabtu, 24 Desember 2016
Pukul 19.00: Misa Malam Natal di Gereja Paroki

Minggu, 25 Desember 2016
Pukul 09.30: Misa Hari Raya Natal di Stasi Anduonohu
Pukul 18.30: Misa Hari Raya Natal di Gereja Paroki

Senin, 26 Desember 2016
Pukul 18.30: Misa Natal di Stasi Lapoa

Selasa, 27 Desember 2016
Pukul 08.00: Misa Natal di Stasi SP 1
Pukul 11.30: Misa Natal di Stasi Rumbia
Pukul 19.00: Misa Natal di Stasi DKB V

Rabu, 28 Desember 2016
Pukul 08.00: Misa Natal di Stasi DKB V
Pukul 12.00: Misa Natal di Stasi Baito
Pukul 18.00: Misa Natal di Stasi Punggaluku

Kamis, 29 Desember 2016
Pukul 11.00: Misa Natal di Stasi Tanea

Jumat, 30 Desember 2016
Pukul 10.00: Misa Natal di Stasi Moramo

Sabtu, 31 Desember 2016
Pukul 18.00: Misa Tutup Tahun 2016 di Gereja Paroki

Minggu, 1 Januari 2017
Pukul 09.30: Misa Natal dan Tahun Baru 2017 di Stasi Anduonohu
Pukul 18.30: Misa Tahun Baru 2017 di Gereja Paroki


NB: Mohon umat di Stasi memperhatikan jadwal di atas.