Search by Google

PROMOSI

Selasa, 13 Desember 2016

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2016

“Hari Ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat, Yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud” (Lukas 2:11)
Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Kristus.
Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita. Allah bertindak memperbaiki situasi hidup umat-Nya. Berita sukacita itulah yang diserukan oleh Malaikat: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:11). Belarasa Allah itu mendorong kita untuk melakukan hal yang sama sebagaimana Dia lakukan. Inilah semangat atau spiritualitas inkarnasi.
Keikutsertaan kita pada belarasa Allah itu dapat kita wujudkan melalui upaya untuk menyikapi masalah-masalah kebangsaan yang sudah menahun. Dalam perjuangan mengatasi masalah-masalah seperti itu, kehadiran Juruselamat di dunia ini memberi kekuatan bagi kita. Penyertaan-Nya menumbuhkan sukacita dan harapan kita dalam mengusahakan hidup bersama yang lebih baik. Oleh karena itu, kita merayakan Natal sambil berharap dapat menimba inspirasi, kekuatan dan semangat baru bagi pelayanan dan kesaksian hidup, serta memberi dorongan untuk lebih berbakti dan taat kepada Allah dalam setiap pilihan hidup.

Saudari-saudara terkasih,
Kita akan segera meninggalkan tahun 2016 dan masuk tahun 2017. Ada hal-hal penting yang perlu kita renungkan bersama pada peristiwa Natal ini. Sebagai warga negara kita bersyukur bahwa upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia semakin memberi harapan bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang merata. Walaupun belum sesuai dengan harapan, kita sudah menyaksikan adanya peningkatan dan perbaikan pelayanan publik, penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan. Kita dapat memandangnya sebagai wujud nyata sukacita iman sebagaimana diwartakan oleh malaikat kepada para gembala, “aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk 2:10).

Memang harus kita akui bahwa masih ada juga segi-segi kehidupan bersama yang harus terus kita perhatikan dan perbaiki. Misalnya, kita kadang masih menghadapi kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Masalah korupsi dan pungli juga masih merajalela, bahkan tersebar dari pusat hingga daerah. Kita juga menghadapi kemiskinan yang sangat memprihatinkan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kemiskinan per Maret 2016 masih sebesar 28,01 juta jiwa. Keprihatinan lain yang juga memerlukan perhatian dan keterlibatan kita untuk mengatasinya adalah peredaran dan pemakaian narkoba. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 memperlihatkan bahwa pengguna narkoba terus meningkat jumlahnya. Pada periode Juni hingga November 2015 terjadi penambahan sebesar 1,7 juta jiwa, dari semula 4,2 juta menjadi 5,9 juta jiwa. Semakin banyaknya pengguna narkoba itu tidak lepas dari peran produsen dan pengedar yang juga bertambah.

Kita juga harus bekerja keras untuk mendewasakan dan meningkatkan kualitas demokrasi. Penyelenggaraan Pemilu merupakan salah satu sarananya, seperti Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak (Pilkada serentak) yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017 di 101 daerah terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Peristiwa itu akan menjadi ujian bagi partisipasi politik masyarakat dan peningkatan kualitas pelaksana serta proses penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana juga masalah lainnya, harus kita hadapi. Jangan sampai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan itu membuat kita merasa takut. Kepada kita, seperti kepada para gembala, malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus mengatakan “jangan takut” (Luk 2:10).

Saudari-saudara terkasih,
Marilah kita jadikan tantangan-tantangan tersebut kesempatan untuk mengambil prakarsa dan peran secara lebih nyata dalam menyikapi berbagai persoalan hidup bersama ini. Kita ciptakan hidup bersama yang damai dengan terus melakukan dialog. Kita lawan korupsi dan pungli dengan ikut aktif mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran pembangunan. Kita atasi problem kemiskinan, salah satunya dengan meningkatkan semangat berbagi. Kita lawan narkoba dengan ikut mengupayakan masyarakat yang bebas dari narkoba, khususnya dengan menjaga keluarga kita terhadap bahaya barang terlarang dan mematikan itu.

Kita tingkatkan kualitas demokrasi kita melalui keterlibatan penuh tanggungjawab dengan menggunakan hak pilih dan aktif berperan serta dalam seluruh tahapan dan pelaksanaan Pilkada. Kita juga berharap agar penyelenggara Pilkada dan para calon kepala daerah menjunjung tinggi kejujuran dan bersikap sportif, menaati semua aturan yang sudah ditentukan dan aktif berperan menjaga kedamaian demi terwujudnya Pilkada yang berkualitas. Kita tolak politik uang. Jangan sampai harga diri dan kedaulatan kita sebagai pemilih kita korbankan hanya demi uang.
Kita syukuri kehadiran Yesus Kristus yang mendamaikan kembali kita dengan Allah. Inilah kebesaran kasih karunia Allah, sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah (1Yoh 2:1). Di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10). Kita syukuri juga berkat yang telah kita terima sepanjang tahun yang segera berlalu.
Kita sampaikan berkat sukacita kelahiran Yesus Kristus ini kepada sesama kita dan seluruh ciptaan. Kita mewujudkan karya kebaikan Allah itu melalui perhatian dan kepedulian kita terhadap berbagai keprihatinan yang ada dengan aktif mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, perayaan kelahiran Yesus Kristus ini dapat menjadi titik tolak dan dasar bagi setiap usaha kita untuk lebih memuliakan Allah dalam langkah dan perbuatan kita.
SELAMAT NATAL 2016 DAN TAHUN BARU 2017
Jakarta, 10 November 2016
Atas nama
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)
Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang (Ketua Umum)
Pdt. Gomar Gultom (Sekretaris Umum)
Mgr. Ignatius Suharyo (Ketua)
Mgr. Antonius Subianto B (Sekretaris Jendral)

Senin, 12 Desember 2016

JADWAL PELAYANAN ADVEN, NATAL DAN TAHUN BARU 2017

Selasa, 13 Desember 2016
Pukul 18.30: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Lapoa

Rabu, 14 Desember 2016
Pukul 08.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi SP 1
Pukul 11.30: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Rumbia
Pukul 19.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi DKB V

Kamis, 15 Desember 2016
Pukul 08.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi DKB I
Pukul 12.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Baito
Pukul 18.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Punggaluku

Jumat 16 Desember 2016
Pukul 16.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Moramo
Pukul 21.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki

Sabtu, 17 Desember 2016
Pukul 09.00: Peneguhan Pernikahan
Pukul 18.30: Misa Malam Minggu (Adven IV) di Gereja Paroki

Minggu, 18 Desember 2016
Pukul 07.00: Misa Minggu Pagi (Adven IV) di Gereja Paroki
Pukul 09.30: Misa Minggu Pagi (Adven IV) di Stasi Anduonohu
Pukul 10.00: Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi di Stasi Tanea

Senin, 19 Desember 2016
Pukul 18.30: Misa Harian di Gereja Paroki
Pukul 19.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Gereja Paroki

Selasa, 20 Desember 2016
Pukul 18.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Gereja Paroki

Rabu, 21 Desember 2016
Pukul 18.00: Penerimaan Sakramen Tobat Pribadi di Stasi Anduonohu

Sabtu, 24 Desember 2016
Pukul 19.00: Misa Malam Natal di Gereja Paroki

Minggu, 25 Desember 2016
Pukul 09.30: Misa Hari Raya Natal di Stasi Anduonohu
Pukul 18.30: Misa Hari Raya Natal di Gereja Paroki

Senin, 26 Desember 2016
Pukul 18.30: Misa Natal di Stasi Lapoa

Selasa, 27 Desember 2016
Pukul 08.00: Misa Natal di Stasi SP 1
Pukul 11.30: Misa Natal di Stasi Rumbia
Pukul 19.00: Misa Natal di Stasi DKB V

Rabu, 28 Desember 2016
Pukul 08.00: Misa Natal di Stasi DKB V
Pukul 12.00: Misa Natal di Stasi Baito
Pukul 18.00: Misa Natal di Stasi Punggaluku

Kamis, 29 Desember 2016
Pukul 11.00: Misa Natal di Stasi Tanea

Jumat, 30 Desember 2016
Pukul 10.00: Misa Natal di Stasi Moramo

Sabtu, 31 Desember 2016
Pukul 18.00: Misa Tutup Tahun 2016 di Gereja Paroki

Minggu, 1 Januari 2017
Pukul 09.30: Misa Natal dan Tahun Baru 2017 di Stasi Anduonohu
Pukul 18.30: Misa Tahun Baru 2017 di Gereja Paroki


NB: Mohon umat di Stasi memperhatikan jadwal di atas.

Kamis, 17 November 2016

JADWAL PUNCAK PESTA EMAS

Sabtu 3 Desember 2016
Pukul 16.00: MISA SYUKUR yang akan dipimpin oleh MGR. JOHN LIKU ADA' Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar

Pukul 18.00: MALAM KEAKRABAN antar umat dengan Bintang Tamu penyanyi x Factor Indonesia: Aldy

Sabtu, 12 November 2016

Penggalangan Dana Pesta Emas!!

Tersedia di Sekretariat Paroki

1. Madu asli dari DKB I dengan harga @ Rp. 150.000,-. Persediaan terbatas, siapa cepat dia yang dapat.

2. Kaca Cermin dengan harga @ Rp. 275.000,-

PETUGAS LITURGI PESTA EMAS SABTU, 3 DESEMBER 2016

1.  Dirigen Umat             : Ibu Oudry Shantika
2.  Lektor I                      : Sdri. Meylita Situmorang
3.  Lektor II                     : Bp. Leonardus Nabe
4.  Pemazmur                 : Sdr. Paulus Penorang
5.  Doa Umat Meriah      : Ibu Rita Pirade
6.  Pembawa Persembahan:
a.     Stasi Rumbia & Stasi DKB V   (Anggur & Sibori)
b.     Stasi Moramo & Wawoindah (Kue Tart & Bunga)
c.     Stasi SP I & Stasi Baito (Kotak Kolekte)
d.  Stasi-Stasi lain (Stasi Punggaluku, DKB I, Lapoa, Tanea) masing-masing membawa hasil usaha, hasil bumi dan ternak. Pakaian yang digunakan pada saat mengantar persembahan memakai pakaian Nasional.
7.  Misdinar/PPA            :
a.     Anton & Nathan    : Pembawa Dupa
b.     Adi & Erwin           : Pembawa Air Suci
c.     Devri & Dicky        : Pembawa Tongkat dan Mitra
d.     Jeni & Ira              : Pembawa Lilin
e.     Eman                              : Pembawa Salib
8.  Tarian perarakan masuk: Tarian Batak
9.  Tarian persembahan           : Stasi Punggaluku
Catatan: 
- Gladi kotor: Minggu, 13 November 2016
    - Gladi bersih: Minggu, 27 November 2016      

Kamis, 27 Oktober 2016

JADWAL MINGGU INI

Sabtu 29 Oktober 2016 Pukul 18.30: Misa Malam Minggu

Minggu, 30 Oktober 2016 Pukul 18.30: Misa hari Minggu. TIDAK ADA Misa Minggu Pagi sehubungan dengan pelaksanaan Ziarah Kevikepan Sultra Daratan ke Gua Maria di Paroki Roh Kudus Unaaha.

Senin, 31 Oktober 2016 Pukul 18.30: Misa Penutupan Bulan Rosario

Selasa 1 Nopember 2016 Pukul 18.30: Misa Hari Raya Semua Orang Kudus. Setelah Misa akan diadakan Pemberkatan Bunga yang akan dibawa untuk ziarah kubur.

Rabu, 2 Nopember 2016 Pukul 18.30: Misa Peringatan Arwah semua orang beriman. Daftar nama keluarga yang akan didoakan dapat dimasukkan ke Sekretariat setiap jam kerja.

Senin, 10 Oktober 2016

PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK MINGGU MISI SEDUNIA KE-90 (23 Oktober 2016)

Saudara dan saudari terkasih,

Yubileum Luar Biasa Kerahiman, yang sedang Gereja rayakan, melontarkan terang yang berbeda pada Hari Minggu Misi Sedunia 2016 : ia mengajak kita untuk mempertimbangkan misi ad gentes sebagai karya kerahiman yang luas sekali, baik rohani dan jasmani. Pada Hari Minggu Misi Sedunia ini, kita semua diundang untuk "pergi keluar" sebagai murid-murid misioner, masing-masing orang dengan murah hati menawarkan talenta, kreativitas, kebijaksanaan dan pengalaman mereka untuk membawa pesan kelembutan dan belas kasih Allah kepada seluruh umat manusia. Dengan keutamaan mandat misioner, Gereja memedulikan mereka yang tidak mengenal Injil, karena ia menginginkan semua orang diselamatkan dan mengalami kasih Tuhan. Ia "ditugaskan untuk memberitakan kerahiman Allah, detak jantung Injil" ( Misericordiae Vultus , 12) dan mewartakan kerahiman di setiap penjuru dunia, menjangkau setiap orang, tua maupun muda.


Ketika kerahiman berjumpa seseorang, ia membawa sukacita yang mendalam kepada hati Bapa; karena sejak awal Bapa telah dengan penuh kasih berpaling ke arah orang-orang yang paling rentan, karena keagungan dan kuasa-Nya terungkap justru dalam kemampuan-Nya mengidentifikasi bersama orang-orang muda, orang-orang yang terpinggirkan dan orang-orang yang tertindas (bdk. Ul 4:31; Mzm 86:15;103:8;111:4). Ia adalah Allah yang baik, peduli dan setia yang dekat dengan mereka yang membutuhkan, terutama orang-orang miskin; Ia melibatkan diri-Nya dengan lembut dalam kenyataan manusiawi sama seperti yang dilakukan seorang ayah dan ibu dalam kehidupan anak-anak mereka (bdk. Yer 31:20). Ketika berbicara tentang rahim, Kitab Suci menggunakan kata yang menandakan kerahiman : oleh karena itu ia mengacu pada kasih seorang ibu bagi anak-anaknya, yang akan selalu ia kasihi, dalam setiap keadaan dan terlepas dari apa yang terjadi, karena mereka adalah buah dari rahimnya. Ini juga merupakan sebuah aspek penting kasih yang dimiliki Allah bagi semua anak-anak-Nya, yang Ia ciptakan dan yang Ia ingin besarkan dan didik; dalam menghadapi kelemahan dan perselingkuhan mereka, hati-Nya dikuasai dengan belas kasih (bdk. Hos 11:8). Ia penuh belas kasih terhadap semua orang; kasih-Nya untuk semua orang dan kasih sayang-Nya meluas ke seluruh ciptaan (Mzm 144:8-9).


Kerahiman menemukan ungkapannya yang paling mulia dan lengkap dalam Sang Sabda yang menjelma. Yesus mewahyukan wajah Bapa yang kaya dalam kerahiman; Ia "membicarakan [kerahiman] dan menjelaskannya dengan penggunaan perbandingan dan perumpamaan, tetapi terutama Ia sendiri menjadikannya menjelma dan mempribadikannya" (Yohanes Paulus II,

Dives in Misericordia, 2). Ketika kita menyambut dan mengikuti Yesus dengan sarana Injil dan sakramen-sakramen, kita bisa, dengan bantuan Roh Kudus, menjadi bermurah hati seperti Bapa di surga murah hati; kita bisa belajar untuk mengasihi seperti Ia mengasihi kita dan menjadikan dari hidup kita karunia cuma-cuma, tanda kebaikan-Nya (bdk. Misericordiae Vultus , 3). Gereja, di tengah-tengah umat manusia, pertama-tama adalah komunitas yang hidup dengan kerahiman Kristus: ia merasakan tatapan-Nya dan merasakan Ia telah memilihnya dengan kasih-Nya yang murah hati. Melalui kasih inilah Gereja itu menemukan mandatnya, menghayatinya dan menjadikannya dikenal semua orang melalui dialog yang penuh hormat dengan setiap budaya dan keyakinan keagamaan.

Kasih yang murah hati ini, seperti pada masa-masa awal Gereja, dipersaksikan oleh banyak pria dan wanita dari segala usia dan keadaan. Kehadiran yang cukup besar dan bertumbuh dari para perempuan di dunia misioner, bekerja bersama rekan-rekan laki-laki mereka, adalah sebuah tanda penting dari kasih keibuan Allah. Para perempuan, awam dan pelaku hidup bakti, dan hari ini bahkan banyak keluarga, melaksanakan panggilan misioner mereka dalam berbagai bentuk : dari mewartakan Injil hingga pelayanan amal. Bersama-sama dengan karya penginjilan dan sakramental, para perempuan dan keluarga-keluarga sering lebih kurang memahami masalah orang-orang dan tidak tahu bagaimana berurusan dengan mereka, berkali-kali, dalam cara yang tepat dan menyegarkan : dalam kepedulian terhadap kehidupan, dengan fokus yang kuat pada orang-orang ketimbang tatanan-tatanan, dan dengan mengalokasikan sumber daya manusia dan rohani menuju pembangunan hubungan yang baik, keselarasan, kedamaian, kesetiakawanan, dialog, kerja sama dan persaudaraan, baik antar individu maupun dalam kehidupan sosial dan budaya, khususnya melalui kepedulian terhadap orang-orang miskin.


Di banyak tempat penginjilan dimulai dengan pendidikan, yang kepadanya karya misioner mendedikasikan banyak waktu dan usaha, seperti pengurus kebun anggur dalam Injil (bdk. Luk 13:7-9; Yoh 15:1), dengan sabar menunggu berbuah setelah bertahun-tahun budidaya yang lambat; dengan cara ini mereka melahirkan sebuah umat yang baru yang bisa menginjili, yang akan membawa Injil ke tempat-tempat di mana itu sebaliknya tidak akan pernah dipikirkan mungkin. Gereja juga dapat didefinisikan sebagai "ibu" bagi mereka yang suatu hari akan memiliki iman kepada Kristus. Saya berharap, oleh karena itu, agar umat Allah yang kudus akan terus melaksanakan pelayanan keibuan kerahiman ini, yang membantu orang-orang yang belum mengenal Tuhan untuk berjumpa dan mengasihi-Nya. Iman adalah karunia Allah dan bukan hasil penyebaran agama; melainkan ia tumbuh berkat iman dan amal para penginjil yang bersaksi bagi Kristus. Ketika mereka melakukan perjalanan melalui jalan-jalan dunia, para murid Yesus harus memiliki kasih tanpa batas, ukuran kasih yang sama yang dimiliki Tuhan kita kepada semua orang. Kita memberitakan karunia-karunia yang paling indah dan paling agung bahwa Ia telah memberi kita : hidup-Nya dan kasih-Nya.


Semua bangsa dan budaya memiliki hak untuk menerima pesan keselamatan yang adalah karunia Allah bagi setiap orang. Ini semua lebih diperlukan ketika kita mempertimbangkan berapa banyak ketidakadilan, perang, dan krisis kemanusiaan masih memerlukan ketetapan hati. Para misionaris tahu dari pengalaman bahwa Injil pengampunan dan kerahiman dapat membawa sukacita dan pendamaian, keadilan dan perdamaian. Mandat Injil "karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat 28:19 -20) belum berhenti; sebaliknya perintah ini memperlakukan kita semua, dalam bentangan saat ini dengan semua tantangannya, untuk mendengarkan panggilan kepada "dorongan" misioner yang diperbarui, seperti yang saya sebutkan dalam Anjuran Apostolik saya Evangelii Gaudium : "Setiap orang Kristen dan setiap komunitas harus bisa mempertimbangkan jalan yang ditunjukkan Tuhan, akan tetapi kita semua diminta taat kepada panggilan-Nya untuk pergi keluar dari wilayah kenyamanan kita sendiri supaya mencapai semua 'batas paling tepi', batas-batas terjauh yang mendambakan cahaya Injil" (20).

Tahun Yubileum ini menandai ulang tahun ke-90 Hari Minggu Misi Sedunia, yang pertama kali disetujui oleh Paus Pius XI pada tahun 1926 dan diselenggarakan oleh Serikat Kepausan untuk Penyebaran Iman. Maka layaklah mengingat petunjuk-petunjuk bijak dari para pendahulu saya yang memerintahkan itu kepada Serikat ini dipintakan kepada semua orang persembahan yang dikumpulkan di setiap keuskupan, paroki, komunitas keagamaan, lembaga dan gerakan gerejawi di seluruh dunia untuk kepedulian komunitas-komunitas Kristen yang membutuhkan dan untuk mendukung pemberitaan Injil bahkan sampai ke ujung bumi. Hari ini juga kita percaya pada tanda-tanda persekutuan gerejawi misioner ini. Janganlah kita menutup hati kita dalam kekhawatiran tertentu kita, tetapi marilah kita membukanya untuk seluruh umat manusia.

Semoga Maria yang kudus, ikon luhur kemanusiaan yang ditebus, model para misionaris bagi Gereja, mengajarkan semua laki-laki, perempuan dan keluarga, untuk mendorong dan menjaga kehadiran yang misterius dan hidup dari Tuhan yang bangkit di setiap tempat, Ia yang memperbaharui hubungan pribadi, budaya dan bangsa, dan yang memenuhi semua orang dengan kerahiman yang penuh sukacita.

-
Dari Vatikan, 15 Mei 2016, Hari Raya Pentakosta
FRANSISKUS