Search by Google

PROMOSI

Kamis, 24 Desember 2015

NATAL SEKAMI PAROKI FRANSISKUS XAVERIUS KENDARI

SELAMAT NATAL & TAHUN BARU 2016

PASTOR, DEWAN PASTORAL beserta SEGENAP PENGURUS STASI dan RUKUN
PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS
SADOHOA

mengucapkan

SELAMAT HARI NATAL
25 DESEMBER 2015

&

TAHUN BARU
1 JANUARI 2016

Kepada segenap umat Katolik dimanapun berada

Semoga Kasih Kristus senantiasa membawa damai kepada kita semua

Sabtu, 19 Desember 2015

Selasa, 15 Desember 2015

JADWAL PELAYANAN NATAL 2015

Kamis, 24 Desember 2015
Pukul 19.00 di Paroki Sadohoa oleh P. Willy Welle Pr
Pukul 19.00 di Stasi DKB V oleh P. Herman Panggalo Pr
Pukul 18.00 di Stasi Lapoa oleh P. John Gratias Pr
Pukul 19.00 di Stasi Wawo Indah oleh P. Junarto Timbang Pr

Jumat, 25 Desember 2015
Pukul 08.00 di Paroki Sadohoa oleh P. Willy Welle Pr
Pukul 08.00 di Stasi DKB I oleh P. Herman Panggalo Pr
Pukul 08.00 di Stasi SP I oleh P. John Gratias Pr
Pukul 08.00 di Stasi Wawo Indah oleh P. Junarto Timbang Pr
Pukul 12.00 di Stasi Baito oleh P. Herman Panggalo Pr
Pukul 12.00 di Stasi Rumbia oleh P. John Gratias Pr
Pukul 16.00 di Stasi Moramo oleh P. Willy Welle Pr
Pukul 18.00 di Stasi Punggaluku oleh P. Herman Panggalo Pr

Sabtu, 26 Desember 2015
Pukul 18.30 di Paroki Sadohoa oleh P. Junarto Timbang Pr

Minggu, 27 Desember 2015 PESTA KELUARGA KUDUS
Pukul 07.00 di Paroki Sadohoa oleh P. Herman Panggalo Pr
Pukul 09.30 di Stasi Anduonohu oleh P. Willy Welle Pr

Pukul 11.00 di Stasi Tanea oleh P. Herman Panggalo Pr

Rabu, 02 Desember 2015

TERIMA KASIH: GENSET TELAH SIAP TERPASANG

Sehubungan dengan pengadaan genset untuk gereja paroki, maka bersama ini disampaikan bahwa saat ini, genset dengan kapasitas 30 KVA atas sumbangan umat telah siap terpasang.

Terima kasih atas sumbangan yang telah diberikan dan dengan demikian, permohonan sumbangan untuk pengadaan genset telah ditutup.

SELAMAT PESTA PELINDUNG & ULANG TAHUN KE 49

SELAMAT MERAYAKAN
PESTA PELINDUNG
DAN
ULANG TAHUN KE 49
PAROKI
SANTO FRANSISKUS XAVERIUS
KENDARI

KEPADA SEGENAP UMAT PAROKI

PESAN SIDANG KWI 2015

SUKACITA INJIL
DALAM KELUARGA KATOLIK
Segenap Umat Katolik yang terkasih,
PADA tanggal 2 – 6 November 2015 telah berlangsung Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) IV dengan tema “Keluarga Katolik : Sukacita Injil. Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja dan Masyarakat Indonesia yang Majemuk”. Peserta terdiri dari wakil-wakil umat, imam, biarawan/ biarawati dan para uskup dari seluruh Indonesia. Kita semua bersyukur karena sidang itu berlangsung dengan sangat baik, menjadi kesempatan untuk berdoa bersama, bersyukur, saling meneguhkan dan memperkaya kehidupan. Kita berterima kasih kepada semua peserta dan panitia yang telah terlibat dalam pelaksanaan SAGKI IV, termasuk saudara-saudari yang dengan tulus dan terbuka memberi kesaksian tentang sukacita, tantangan, dan perjuangan hidup berkeluarga.
Sesudah mengikuti SAGKI IV dan menyelesaikan Sidang Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada bulan November 2015, kami para Uskup ingin menyampaikan pesan, menyapa, dan mengajak seluruh umat Katolik Indonesia untuk menggemakan sukacita keluarga Katolik di tengah masyarakat dan zaman yang terus berubah dan menghadirkan berbagai macam tantangan yang baru.
Saudari/saudara yang terkasih,
Keluarga sebagai bentuk terkecil dari Gereja dipanggil dan diutus untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Keluarga merupakan pusat pewartaan iman serta pembinaan kebajikan dan kasih kristiani. Berkat sakramen baptis dan krisma yang diteguhkan oleh sakramen perkawinan, para orang tua diangkat menjadi guru pendidik, imam pengudus, dan gembala pemimpin bagi anak-anak. Di situlah keluarga Katolik menjadi tempat utama, di mana doa diajarkan, perjumpaan dengan Allah dialami dan disyukuri, iman ditumbuhkan, nilai kristiani serta keutamaan manusiawi ditanamkan.
Kebersamaan anak-anak dan orang tua dalam satu keluarga yang menghidupi kekudusan perkawinan dan keutuhan keluarga membuahkan sukacita melalui berbagai cara, misalnya dalam perjumpaan dengan Allah dalam kegiatan rohani, kebersamaan dalam kegiatan sehari-hari, dan relasi kasih yang saling meneguhkan dan memaafkan. Sukacita ini menjadi kekuatan untuk mengasihi Allah dan sesama melalui pelayanan tulus di dalam Gereja dan masyarakat. Kami bersyukur atas berbagai kesaksian nyata dan buah-buah sukacita Injil yang dibagikan oleh keluarga-keluarga Katolik.
Keluarga Katolik tidak jarang harus berjuang lebih untuk memperoleh sukacita karena berada dalam lingkungan yang penuh kesulitan, tantangan, dan bahkan ancaman seperti masalah ekonomi, situasi yang tidak selaras dengan nilai perkawinan Katolik (poligami, tingginya mas kawin), perkembangan media sosial yang menggantikan perjumpaan pribadi, serta pemujaan kebebasan dan kenikmatan pribadi. Di samping itu, ada kelemahan yang makin mempersulit hidup berkeluarga, seperti kekurang-dewasaan pribadi, kekerasan dalam rumah tangga, ketidak-tahuan tentang makna dan tujuan perkawinan Katolik, serta hidup dalam perkawinan tidak sah. Semua ini bisa membawa keluarga pada krisis iman dan perkawinan. Kami turut prihatin bersama dengan keluarga yang akhirnya tak mampu mempertahankan kesatuannya.
Perjalanan hidup berkeluarga yang semakin banyak tantangannya, membutuhkan pendekatan pastoral yang penuh belaskasih karena “Allah adalah kasih” (1Yoh 4: 8). Kita dipanggil untuk menunjukkan wajah Allah yang murah hati dan berbelas kasih melalui pelayanan, terutama kepada mereka yang paling lemah, rapuh, terluka, dan menderita.
Untuk itu kita semua diundang untuk melakukan pertobatan pastoral secara serentak dan menyeluruh sehingga dapat menanggapi persoalan keluarga secara tepat melalui reksa pastoral terpadu mulai dari persiapan perkawinan sampai pada pendampingan keluarga pasca nikah, termasuk pertolongan pada keluarga dalam situasi sulit. Kami, para uskup sadar akan kewajiban untuk melakukan pembaharuan pelayanan pastoral keluarga. Oleh karena itu, kita perlu membentuk, menghidupkan, dan memberdayakan komisi, lembaga, dan perangkat pastoral keluarga baik di tingkat KWI, keuskupan, maupun paroki melalui pelayanan murah hati dan penuh belas kasih. Kita juga perlu bekerja sama dengan para ahli dalam bidang-bidang yang menyangkut perkawinan dan hidup berkeluarga, dengan komunitas kategorial dan pemerhati keluarga, dengan lembaga swadaya masyarakat dan adat, serta lembaga keagamaan dan pemerintah.
Kita percaya bahwa dalam dan melalui keluarga, Allah membimbing anggotanya menuju kesempurnaan kasih dan kepenuhan hidup kristiani. Keluarga Katolik dipanggil untuk mewartakan sukacita Injil dengan kesaksian hidup dan k
epedulian kepada keluarga-keluarga lain sebagai wujud perutusan untuk turut memajukan Gereja dan menyejahterakan masyarakat. Kami berterima kasih kepada keluarga-keluarga Katolik yang karena kemurahan hatinya menjadi ladang subur bagi iman sekaligus persemaian utama bagi panggilan imam dan biarawan-biarawati.
Marilah kita saling menjaga satu sama lain sehingga keluarga Katolik dapat menghidupi kekudusan perkawinan dan keutuhan keluarga yang membawa sukacita Injil dan menjadi kesaksian nyata zaman ini. Marilah kita tekun berdoa kepada Tuhan agar keluarga-keluarga kita setia menjadi saksi kebaikan dan belas kasih Tuhan dalam dunia dan pada gilirannya menjadi bentara sukacita Injil dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Tuhan memberkati kita sekalian, keluarga-keluarga, dan komunitas kita dengan rahmat-Nya yang berlimpah.
Jakarta, 12 November 2015
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA, 
Mgr Ignatius Suharyo
K e t u a
Mgr Anton Subianto Bunjamin OSC
Sekretaris Jenderal